Category Archives: teknologi ramah lingkungan

Hybrid Cars Si Mobil Hemat

Mobil Hybrid

Sejalan dengan trendsetter dunia yang menuju penggunaan teknologi yang efisien BBM dan ramah lingkungan, menjadikan produsen pembuat mobil untuk memikirkan alternative baru. Toyota kemudian memunculkan tehnologi hibrida bertujuan untuk mengendalikan laju penggunaan bahan bakar minyak yang menghasilkan gas CO2.

Sebagaimana kita tahu gas Co2 hasil pembakaran kendaraan bermotor memberikan kontribusi 20% dari total gas buangan pemakai energi fosil. Kondisi ini memberikan pengaruh terhadap kerusakan lingkungan. Teknologi mobil hibrida ini sangat diharapkan karena memiliki efek berkurangnya emisi Co2 ke lingkungan.

Teknologi hibrida membantu mengurangi konsumsi bahan bakar, dan sekaligus menjadikan perusahaan pembuat mobil dapat memenuhi ambang batas emisi karbon-dioksida (Co2) yang dipersyaratkan. Dan, teknologi tersebut dapat diterapkan di seluruh penjuru dunia. Sebut saja nama-nama produsen mobil seperti; General Motor, BWM dan Daymler-Crisler , VW, Porche, Ford Toyota, Nissan, Mitshubishi dan Honda sudah memproduksi mobil berteknologi hibrida ini.

Bagaimana cara kerja mobil hibrida dibandingkan dengan mobil berbahan bakar bensin biasa? Perbedaannya adalah disaat mobil hibrida dalam posisi berhenti, maka mesin akan mati secara otomatis sehingga konsumsi bahan bakar nol. Sedangkan ketika mobil mulai bergerak dan masuk proses akselerasi maka mesin beroperasi dalam mode low-speed valve timing, dengan dukungan motor listrik. Pada saat akselerasi ringan dan kecepatan tinggi, tenaga dihasilkan oleh mesin. Pada saat deselerasi, keempat katup mesin tertutup dan pembakaran bahan bakar dihentikan.

Motor listrik akan secara otomatis menyerap tenaga maksimum yang dilepaskan saat proses deselerasi dan tersimpan dalam baterai. Jadi, konsumsi bahan bakar yang hemat itu diperoleh berkat bantuan dari mesin listrik, termasuk matinya mesin dalam keadaan berhenti dan berfungsinya mesin listrik saat mobil melanjutkan perjalanannya kembali. Mesin listrik juga digunakan untuk menahan atau mengurangi kecepatan (deselerasi), dan pada saat itulah mesin listrik tersebut berfungsi sebagai generator yang mengisi listrik ke dalam baterai.

Dengan teknologi hibrida Honda mengklaim mesin Civic nya bisa menghasilkan performa maksimal yang setara dengan kekuatan mesin 1.8 liter sekaligus efisiensi bahan bakar hingga mencapai 31 km/liter. Sementara Toyota yang lebih dahulu menggunakan teknologi hibrida mengeluarkan Toyota Prius yang efektif digunakan didalam kota dimana banyak rambu lalu lintas yang akan menyebabkan frekuensi penggunaan rem dan aksel tinggi, maka sistem hibrida pada Toyota Prius akan sangat efisien dalam mengkonsumsi BBM tercatat paling irit, yaitu sekitar 38 km/liter.

Kapan mobil berteknologi hybrid masuk ke Indonesia? Mungkin ini menjadi pertanyaan yang ditunggu-tunggu. Ada beberapa alasan yang menyebabkan mobil hibrida ini belum dipasarkan di Indonesia yang pertama adalah masalah penggunaan bahan bakar di Indonesia.

Tehnologi ini membutuhkan bahan bakar dengan kualitas euro 4 sedangkan bahan bakar di Indonesia berkualitas euro 2. alasan kedua adalah skill mekanik di Indonesia banyak yang belum memahami teknologi ini sehingga akan berpengaruh pada servis purnajualnya nanti. Dan alasan ketiga yang paling penting adalah masih tingginya harga mobil hibrida.

Diperkirakan Civic Hybrid ini akan dibandrol sekitar Rp.400 juta-an atau lebih mahal sekitar Rp. 100 juta dari Civic versi mesin bahan bakar biasa. Begitu juga dengan Toyota Prius yang diperkirakan mencapai harga Rp. 450 juta. Jika mobil ini dijual dengan harga setinggi itu justru akan menghilangkan keunggulan kompetitifnya (competitive advantage) yaitu hemat bensin. Orang masih akan memilih mobil biasa karena keterpautan harga yang cukup jauh.

Jadi, kita tunggu saja harga mobil hibrida ini turun dan ramai-ramai kita beli mobil ramah lingkungan dan hemat bbm ini…yuuk..

jfdghjhthit45

Bahan Pendingin (Hycool) Pengganti Freon Yang Lebih Hemat Energi

Oleh : ARYADI SUWONO & TIM PENELITI ITB

Krisis energi yang terjadi saat ini harus segera dicarikan jalan keluarnya. Bukan tidak mungkin dalam beberapa tahun ke depan negara kita benar-benar akan kehabisan sumber-sumber energi. Salah satu sumber energi yang sangat penting adalah listrik. Parahnya, banyak sekali pihak-pihak yang menggunakan listrik dengan boros, terutama hotel, perkantoran, gedung-gedung bertingkat, dan industri. Khusus untuk hotel dan gedung perkantoran, ternyata 60 persen penggunaan listriknya untuk air conditioning (AC). Hal yang sama juga terjadi pada industri dan gedung-gedung perkantoran. Karena itu perlu terobosan guna menghemat pemakaian listrik untuk AC.

Sejumlah dosen dan mahasiswa Teknik Mesin Institut Teknologi Bandung (ITB) telah mengadakan penelitian untuk menemukan cara menghemat pemakaian listrik untuk AC. Hasilnya, mereka menemukan Hycool, bahan pendingin (refrigeran) campuran untuk menggantikan bahan freon yang selama ini digunakan untuk AC. Selain lebih hemat energi, Hycool juga lebih ramah lingkungan karena tidak melepaskan zat-zat yang bisa merusak ozon sebagaimana freon.

Hasil penelitian tersebut kemudian dipatenkan dan dikembangkan secara massal oleh PT Citra Total Buana Biru. Perusahaan ini dipimpin oleh salah seorang mantan mahasiswa ITB yang ikut dalam penelitian tersebut, Ir Ahmad Fahmi. Atas prestasi ini Ketua Tim Peneliti ITB, Prof Dr Ir Aryadi Suwono, mendapatkan penghargaan khusus dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang diserahkan pada 17 Agustus lalu.

Kepada wartawan, Prof Aryadi mengatakan, penelitian tersebut dilakukan sekitar 1983 karena saat itu terjadi krisis energi yang berdampak pada industri. Bersama sejumlah dosen dan mahasiswa ITB, pihaknya lalu mengadakan penelitian khusus untuk mencari bahan pendingin yang hemat energi. Hycool adalah tiga bahan pendingin hidrokarbon, yaitu HCR-12, HCR-22 dan HCR-134a. Ketiga bahan ini memberikan tiga keunggulan, hemat energi/listrik, ramah lingkungan karena tidak merusak ozon dan tidak mengakibatkan pemanasan global, serta bisa memperpanjang usia kompresor AC.

Hycool bisa menghemat pemakaian listrik 12-24 persen. Dengan demikian, pemakaian bahan ini sejalan dengan Instruksi Presiden Nomor 10 tahun 2005 tentang penghematan energi. ”Contohnya, Hotel Gran Melia. Biaya untuk listrik per bulan bisa mencapai Rp 600 juta. Dan, 60 persennya akibat pemakaian AC. Ketika menggunakan Hycool penghematan bisa mencapai 17 persen. Artinya, tiap bulan mereka bisa hemat sekitar Rp 100 juta,” ungkapnya.

Jika hal yang sama juga dilakukan oleh hotel, gedung perkantoran, perumahan, apartemen, industri, dan sebagainya, maka jumlah energi yang bisa dihemat sangat besar. Ini akan membawa keuntungan bagi pemerintah, kalangan swasta, dan PLN sendiri. Bagi PLN, penghematan energi bisa menghemat cadangan listrik sehingga mencukupi kebutuhan dan tidak perlu membangun fasilitas pembangkit listrik baru. Keuntungan bagi pemerintah, berkurangnya dana yang digunakan untuk mensubsidi BBM bagi PLN. Seperti diberitakan, bahan bakar yang digunakan PLN memang masih disubsidi oleh pemerintah.

”Selain hemat energi, Hycool juga lebih ringan daripada freon. Dengan menggunakan bahan pendingin ini, kinerja AC tidak berubah. Dinginnya tetap sehingga kenyamanannya pun tetap bisa dirasakan,” papar alumnus Universite de Perpignan Prancis ini.

Mahasiswi Unair Ciptakan Plastik Ramah Lingkungan

Humaira (21), mahasiswi jurusan kimia, fakultas sains dan teknologi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Jawa Timur, menciptakan plastik ramah lingkungan yang mudah terurai oleh tanah dalam waktu sepekan.

Ini dilakukan karena plastik yang sudah terpakai kerap menimbulkan pencemaran lingkungan karena menumpuknya sampah terlalu lama, sehingga rawan bencana banjir.

“Plastik yang biasanya menumpuk dan mencemari lingkungan hingga bertahun-tahun dapat terdegradasi atau terurai dengan tanah hanya dalam kurun waktu kurang dari satu minggu,” ujar gadis kelahiran Jombang tersebut, Selasa.

Ia menjelaskan, plastik sintetis merupakan bahan pengemas makanan yang memiliki dampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan manusia, berasal dari bahan – bahan sintesis seperti “selulosa asetat”, “polietilen”, “polipropilen”, “poliamida”, “poliester”, “polivinil klorida” (PVC), “polivinil asetat” dan “aluminium foil”.

Plastik yang dibuat dari bahan-bahan tersebut bersifat non “biodegradable” atau tidak dapat diuraikan secara alami oleh mikroorganisme di dalam tanah.

Tidak hanya itu saja, biasanya plastik sintetis ditambahkan bahan pelembut (“plasticizer”) agar tidak kaku dan tidak mudah rapuh. Bahan pelembut ini, sebagian besar terdiri atas senyawa golongan “ftalat” (ester turunan dari asam ftalat).

“Padahal, penggunaan `plasticizers` seperti PCB dan DEHA dapat menimbulkan kematian jaringan dan bersifat karsinogenik pada manusia,” ucapnya mengungkapkan.

Ia mengungkapkan, penelitiannya kali ini memberikan terobosan alternatif melalui pengembangan plastik “biodegradabel” yang mudah didegradasi oleh mikroorganisme dalam tanah dan “renewable” (terbarukan).

Lebih lanjut dia mengemukakan, bahan yang digunakan untuk pembuatan plastik biodegradabel ini antara lain pati lidah buaya, kitosan, dengan gliserol sebagai “plasticizer”.

“Lidah buaya mengandung `polisakarida` yang dapat membentuk lapisan film plastik yang memiliki sifat antibakteri, sedangkan kitosan mengandung protein untuk memperkuat sifat mekanika atau kekuatan plastik, serta gliserol sebagai `plasticizer` yang ramah lingkungan untuk memberikan kelenturan atau elastisitas pada plastik,” tukas alumnus SMA Negeri 2 Jombang tersebut.

Oleh karena itu, plastik biodegradabel dari lidah buaya ini memiliki keunggulan yaitu bersifat antibakteri dan mudah didegradasi oleh mikroorganisme dalam tanah, paparnya.

Humairah juga mengatakan, plastik dari pati lidah buaya-kitosan dibuat dengan variasi konsentrasi kitosan tiga persen, empat persen, lima persen, enam persen, dan tujuh persen (b/v). Sedangkan konsentrasi lidah buaya dan gliserol dibuat tetap yaitu lima persen (b/v) dan 10 mililiter.

Tentang metode, ia menerangkan, metode yang digunakan dalam sintesis plastik dari lidah buaya-kitosan, yakni “inverse fasa” dengan penguapan pelarut pada temperatur 60 derajat celcius.

“Untuk karakterisasi plastik ini meliputi pengukuran ketebalan, uji sifat mekanik, uji `swelling`, penentuan morfologi dan uji sifat `biodegradable`,” paparnya.

Dari hasil penelitian, kata dia, diperoleh nilai daya tarik prosentase pemanjangan film plastik dan modulus yang optimal pada komposisi pati lidah buaya dan kitosan 5 persen dibanding 7 persen (b/v), yaitu masing-masing 461,538 MPa, 6,2 persen, dan 744,416 MPa.

“Prosentase penggembungan (`swelling`) yang optimal diperoleh pada komposisi plastik antara pati lidah buaya-kitosan lima persen dibanding empat persen (b/v), dengan nilai 12,5 persen. Disamping itu, berdasarkan hasil `Scanning Electron Microscopy` (SEM), dihasilkan morfologi film plastik yang rata dan tidak berongga,” tutur Humaira menjelaskan.

Sehingga, dalam uji biodegradable terhadap plastik dari lidah buaya-kitosan dengan menggunakan bakteri EM4 menunjukkan bahwa film plastik terdegradasi dalam waktu sepekan saja.

Meski Di Landa Perang, Tiga Mahasiswa Palestina Berhasil Ciptakan Mobil Tenaga Surya

http://media.vivanews.com/thumbs2/2009/09/10/76416_mobil_tenaga_surya_300_225.jpg

Tiga mahasiswa Palestina berhasil merakit sebuah mobil bertenaga surya. Keberhasilan menciptakan mobil bertenaga surya dengan anggaran terbatas merupakan prestasi luar biasa bagi mahasiswa di kawasan konflik seperti Palestina.

Kendaraan berwarna putih yang dilengkapi dengan panel solar tersebut dirakit oleh tiga mahasiswa teknik di Universitas Politeknik Palestina di kota Hebron, Tepi Barat. Mobil itu bisa melaju hingga kecepatan sekitar 30 kilometer per jam.

Tiga mahasiswa perancangnya memerlukan waktu tiga bulan untuk merancang dan merakit mobil, dengan anggaran dan sumber daya terbatas. Kendaraan ini dilengkapi dengan mesin elektronik berkapasitas 2 bph bertenaga baterai yang menyimpan energi dari panel surya di atap mobil.

Selain memanfaatkan energi surya, baterai tersebut bisa diisi ulang menggunakan peralatan elektronik bila cuaca mendung. Mobil ini dirakit sebagai bagian dari proyek pengembangan sumber energi terbarukan untuk mengurangi polusi di kawasan Palestina.

“Kami tidak punya industri, jadi hampir semua polusi kami berasal dari kendaraan,” kata Dr. Zahdi Salhab, direktur departemen teknik mesin di Hebron. Dia berharap proyek ini akan menarik donasi untuk membiayai pengembangan mobil serupa sehingga warga di Tepi Barat bisa menggunakannya.

“Butuh biaya sekitar US$4 ribu untuk merakitnya, tapi kami akan membutuhkan dua kali lipatnya agar bisa membuat mobil sebenarnya, yang lebih baik, lebih cepat, dan bisa dikemudikan di semua kondisi,” kata Salhab pada surat kabar The Guardian, akhir pekan lalu.

Ruang Terbuka Hijau kota : definisi, fungsi, cakupan & manfaatnya.

Kriteria kota nyaman : produktif, aman damai, ekspresif, berkelanjutan.

Suasana pedestrian di perempatan Jl. A.Yani – Jl.Senopati, Yogyakarta, antara Alun-alun Yogya dan Malioboro. Meski cuaca terik saat itu, saya merasa cukup nyaman berjalan dan duduk di sana. Pengunjung dimanusiakan dengan shelter bis, pajangan seni dan bangku taman yang bertebaran di mana-mana. Tidak berebut. Tak heran, kepuasan warga Yogya yang tertinggi.

Menurut UU Tata Ruang, kriteria kota yang nyaman ditinggali adalah masyarakat dapat mengartikulasikan seluruh aktivitas sosial, ekonomi, budayanya dengan tenang dan damai. Kota aman tenteram, terbebas dari gangguan dan bencana, adaptif dengan perubahan iklim, warga bisa berkegiatan dengan produktif dan mengaktualisasi jati dirinya sebagai orang Bandung ( jika itu di Bandung ). Ruang Terbuka Hijau ( RTH ) minimal 30 % ( 20 % publik, 10 % privat ) dari luas kota. Rencana Tata Ruang untuk rentang waktu 20 tahun. Jadi, harus benar2 teliti dan komprehensif membuatnya, melibatkan seluruh pemangku kepentingan ( stakeholder ).

Dewasa ini, lebih 50 % warga Indonesia tinggal di perkotaan. Hidup di infrastruktur urban.  Tahun 2009 lalu, ada 12 kota yang diukur indeks kenyamanan kotanya oleh IAP  ( indeks Kota Bandung menyedihkan ). Tahun ini, 24 kota ( wah, berdebar nih , apakah Bandung masih di nomor buncit ? ). Hanya 54 %  warga kota yang merasa nyaman. Tertinggi di Yogyakarta, yaitu 62 %. Jika warga merasa nyaman dengan kotanya, maka warga menjadi care ( peduli ), ingin kotanya semakin nyaman. Terbitlah hasrat untuk turut serta dalam perencanaan dan pembangunan, sampai akhirnya terbentuk karakter kota.

Pesta selamat datang, wahai pelajar & mahasiswa baru …

Kerindangan di depan SMA 3, Jl. Belitung, Bandung. Setelah belajar di kelas, pelajar bisa cuci mata lihat hijau2 sambil nyeruput teh botol. Ingat, tiada hari tanpa ujian. Untung, oksigen berlimpah, sehingga nafas tak sesak bersaing dengan murid pintar2 seantero Bandung.

6 muatan pokok dalam RTR, yaitu :  tujuan, perumusan tujuan ( kota kita mau dibawa ke mana ), strategi, pola dan struktur ruang, bangunan, pemanfaatan dan pengendalian ruang. Ide untuk Kota Bandung misalnya, tiap 6 bulan ada pesta mengundang ribuan orang mahasiswa baru ( di Bandung lebih dari 10.000 orang ) yang dilakukan pemkot Bandung. Mereka diberi tahu aturan tinggal di Bandung, bayar kost, pajak dan diberitahu venue2 menarik di Bandung, berikut tips menikmatinya ( dengan anggaran murah meriah, sesuai ukuran kantong mahasiswa/ pelajar ). Dengan kegiatan ini, pemkot berpeluang memperbesar PAD dari bertambahnya sektor penduduk.

Saat ini, kita masih eforia politik. Semi anarkis. Perlu efesiensi terhadap apa yang kita lakukan sehari-hari, dengan sistim komunikasi yang disepakati bersama. 3 pilar pembangunan kota : sosial, ekonomi dan lingkungan. Ketiganya harus dipertimbangkan secara komprehensif ketika sebuah kebijakan dijalankan. Lingkungan misalnya, dipikirkan soal konservasi airnya, persediaan oksigen, kesehatan penduduk sekitar, taman2 indah penyejuk kalbu. Sempadan sungai bagian dari RTH. Jangan jadi tempat buang sampah atau membangun rumah di sana.

Perilaku urban & visi walikota. Mau ke mana kita ?

Perilaku berurban :  mengikuti aturan tertulis, adaptif dan efesien menggunakan energi. Budaya hidup beruban ini dihayati selama kita hidup di kota, termasuk ketika menanggapi pembangunan baru di RT kita. Di sisi lain,  interaksi sosial dan kerukunan warga mesti tetap dijaga. Sampaikan dengan cara elegan dan bermartabat ( santun ).

Awal 80-an, ada rencana membangun berbagai koridor Mass Transit ( transportasi massal ) yang terasa musykil. Bintaro-Cinere, dulu melulu mobil, tapi sekarang ?  Kereta, berkat partisipasi masyarakat. Jakarta punya potensi menjadi kota bekerja. Asian Most Hidden Secret, celetuk investor asing yang datang ke Jakarta. Bisakah Jakarta menjadi kota dunia, seperti New York, Shanghai  atau Tokyo ?

Visi seorang manajer kota, semestinya bisa menjawab tantangan jaman :

  1. Kota mau dibawa ke mana ?
  2. Spesifik kota ( ciri, karakter, branding ).
  3. RTH ( Ruang Terbuka Hijau ), sektor informal, angkutan umum, pedestrian, ruang evakuasi kota ( misal, jika banjir, gempa, dsb ).

Warga penghuni, investor, bisnisman, wisatawan, pemkot adalah para pemangku  kepentingan  kota. Mereka perlu urun rembug bagaimana kota akan dibangun, bagaimana supaya makin nyaman ditinggali. Pertanian tinggal 20 % ( sampai dibuat UU-nya, karena begitu banyaknya alih fungsi lahan pertanian ). Menjadi sebuah keniscayaan, kota menjadi pilihan utama masyarakat untuk tinggal, studi, bekerja, menikah, membesarkan keturunan, pensiun dan wafat. Demikian pula, generasi penerus kita. Untuk sehidup semati seperti ini, layaknya kita peduli untuk menjaga dan merawat kota kita tercinta. Don’t we, people ?

Ruang Terbuka Hijau kota :  definisi,  fungsi, cakupan & manfaatnya.

Suasana Alun-alun Bandung, yang disesaki PKL. Keterbatasan pemerintah mengangkat ekonomi rakyat kecil, membuat toleransi itu terpaksa diberikan. Rasanya sudah hafal, di mana ada keramaian, di situ ada pedagang asongan dan kaki lima. Kota manusiawi memang memberi ruang bagi mereka, semisal jalan yang friendly untuk gerobak lewat atau pedagang pikul. Hanya terpikir, bagaimana penataan yang lebih baik, sehingga estetika kota tidak dikorbankan ?

Penataan ruang adalah proses perencanaan, pemanfaatan dan pengendalian ruang. Di DKI Jakarta, pelaksanaannya dilakukan oleh gubernur dengan memperhatikan pertimbangan departemen, lembaga dan badan pemerintah, serta berkoordinasi dengan pemerintah daerah sekitarnya, sesuai ketentuan UU. Tujuannya untuk meningkatkan mutu lingkungan hidup perkotaan yang nyaman, segar, bersih, sebagai sarana pengamanan lingkungan, menciptakan keserasian lingkungan alam dan lingkungan binaan yang berguna bagi kepentingan masyarakat. Manfaat  penyediaan ruang terbuka hijau adalah menumbuhkan kesegaran, kenyamanan, keindahan lingkungan, menurunkan polusi dan mewujudkan keserasian lingkungan.

Ruang Terbuka Hijau ( RTH ) kota bermanfaat mengisi hijau tumbuhan dan pemanfaatannya bagi kegiatan masyarakat. Berdasarkan tata letaknya, RTH kota bisa berwujud ruang terbuka kawasan pantai ( coastal open space ), dataran banjir sungai ( river flood plain ), ruang terbuka pengaman jalan bebas hambatan ( greenways ) dan ruang terbuka pengaman kawasan bahaya kecelakaan di ujung landasan bandar udara. Menurut Dinas Tata Kota, RTH kota meliputi ;

  • RTH makro, seperti kawasan pertanian, perikanan, hutan lindung, hutan kota dan landasan pengaman bandar udara.
  • RTH medium, seperti kawasan area pertamanan ( city park ), sarana olahraga, pemakaman umum.
  • RTH mikro, yaitu lahan terbuka yang ada di setiap kawasan permukiman yang disediakan dalam fasilitas umum seperti taman bermain ( play ground ), taman lingkungan ( community park ) dan lapangan olahraga.

Secara sistem, RTH kota adalah bagian kota yang tidak terbangun, yang berfungsi menunjang keamanan, kesejahteraan, peningkatan kualitas lingkungan dan pelestarian alam. Umumnya terdiri dari ruang pergerakan linear atau koridor dan ruang pulau atau oasis ( Spreigen, 1965 ). Atau path sebagai jalur pergerakan dan room sebagai tempat istirahat, kegiatan atau tujuan ( Krier, 1975 ). Dapat berbentuk buatan manusia dan alam yang terjadi akibat teknologi, seperti koridor jalan dan pejalan kaki, bangunan tunggal dan majemuk, hutan kota, aliran sungai, dan daerah alamiah yang telah ada sebelumnya. Ringkasnya, totalitas kesatuan yang memiliki keterkaitan dan dapat digunakan sebagai sistem orientasi.

Lingkungan & warga kota, saling menjaga. Saling membutuhkan.

Ruang terbuka penting bagi kesehatan, kesejahteraan, keamanan. Penampilannya dapat menimbulkan semangat dan kebanggaan. Menurut klasifikasinya terbagi atas ; utility open space, green open space, corridor open space, multiuse clasification ( De Chiara, 1982 ). Ruang terbuka kota banyak menentukan pola bentuk dan tatanan ruang kota untuk tujuan kesehatan, kenyamanan, peningkatan kualitas lingkungan dan pelestarian alam. Secara rinci sistem ruang terbuka kota diuraikan sebagai berikut ;

  • Ruang terbuka terkait produksi ( lahan kehutanan, pertanian, produksi mineral, sumber air, komersial dan rekreasi ).
  • Ruang terbuka untuk preservasi sumber daya alam dan manusia ( rawa untuk habitat tertentu, hutan satwa, bentukan geologi, batu karang, tempat2 bersejarah dan pendidikan )
  • Ruang terbuka untuk kesehatan dan kesejahteraan umum ( lahan untuk melindungi kualitas air, ruang penimbunan sampah buangan, ruang untuk memperbaiki kualitas udara, area rekreasi, area untuk menyajikan efek visual yang menarik ( bukit, pegunungan, lembah, danau, pantai ).
  • Ruang terbuka sebagai koridor ( kabel tegangan tinggi, jaringan pipa, bantaran sungai, jalur kereta api ).

Kota, tak hanya kumpulan gedung dan sarana fisik. Kota adalah kesatuan antara lingkungan fisik dan warga kota. Keduanya berinteraksi selama proses berkembangnya kota. Perubahan2 yang bersifat positif akan bermanfaat bagi warga kota. Kebanyakan kota di negara berkembang dibangun dengan latar belakang agraris. Lahan pertanian di perkotaan sudah banyak yang berubah fungsi menjadi kawasan permukiman. Sisanya, merupakan ruang RTH produktif yang menghidupi dan memenuhi sebagian kebutuhan hasil pertanian warga kota.

Tanaman meredam suara bising sampai 80 %

Penataan RTH yang tepat mampu meningkatkan kualitas atmosfer kota, penyegaran udara, menurunkan suhu kota, menyapu debu permukaan kota, menurunkan kadar polusi udara dan meredam kebisingan. Penelitian Embleton ( 1983 ) menyebutkan, 1 hektar RTH dapat meredam suara 7 desibel per 30 meter jarak dari sumber suara, pada frekuensi kurang dari 1000 CPS. Versi Carpenter ( 1975 ) dapat meredam kebisingan 25-80 %.

RTH umumnya didominasi tanaman dan tumbuhan yang banyak berpengaruh pada kualitas udara kota. Tanaman dapat menciptakan iklim mikro, yaitu penurunan suhu sekitar, kelembaban yang cukup, kadar oksigen yang bertambah karena adanya proses asimilasi dan evapotranspirasi dari tanaman. Tanaman juga menyerap ( mengurangi ) karbondioksida di udara hasil kegiatan industri, kendaraan bermotor, dsb. Menurut riset Gerakis, 1 hektar RTH dapat menghasilkan 0,6 ton oksigen untuk konsumsi 1500 orang per hari. Kota yang baik seyogyanya membuat warga kota sehat dengan kenyamanan dan kualitas lingkungan yang dimilikinya.

Peranan RTH kota terhadap kelestarian lingkungan :

  • Menunjang tata guna dan pelestarian alam. Kualitas air menurun dan kian keringnya sumber2 air bawah tanah dapat diperbaiki dengan pengembangan sistem RTH yang terencana, seperti ; recharging basin, recharging sink hole, mengeleminir banjir, perbaikan daerah aliran sungai ( DAS ) dan perluasan area peresapan air.
  • Menunjang tata guna dan pelestarian tanah. Penetapan peruntukan yang kurang bijaksana menyebabkan ekosistem terganggu. Pola RTH dalam sistem tata ruang kota dapat digunakan sebagai alat pengendali tata guna tanah secara luas dan dinamis. Pengembangan RTH dapat memperbaiki kondisi tanah itu sendiri secara alamiah, sehingga perlu diadakan program2 perbaikan tanah kritis, pencegahan erosi, peningkatan kualitas lingkungan ( permukiman, industri, jalur transportasi, dsb ).
  • Menunjang pelestarian plasma nutfah. Dengan mengembangkan RTH maka program penghijauan pada ruang2 terbuka kota. Berbagai jenis tanaman yang diterapkan memberi keanekaragaman hayati, sekaligus mengundang satwa liar, terutama burung. Selama ini, mereka jarang ditemui di lingkungan perkotaan. RTH dapat melestarikan keanekaragaman flora, fauna, dalam upaya pelestarian plasma nutfah.

Ruang publik & ruang terbuka. Apa sih bedanya ?

Tanaman di pot bisa menyegarkan pojok kafe di area depan apartemen Braga City Walk. Setelah memandangi bangunan antik di sepanjang koridor Braga, saatnya beristirahat melepas dahaga.

Ruang umum ( publik ) merupakan bagian lingkungan yang berpola, terbentuk karena kebutuhan bertemu atau berkomunikasi manusia. Wadah yang menampung kegiatan tertentu, secara individu maupun kelompok. Bentuk ruangnya tergantung pola dan susunan massa bangunan. Menurut sifatnya, ruang umum terbagi menjadi :

  • Ruang tertutup umum, terletak dalam bangunan.
  • Ruang terbuka umum, terletak di luar bangunan, dipergunakan setiap orang dan multifungsi ( jalan, pedestrian, taman lingkungan, plaza, lapangan olahraga, taman kota, taman rekreasi, dsb ). Ruang terbuka khusus, dimanfaatkan untuk kegiatan terbatas dan keperluan khusus ( taman rumah tinggal, taman lapangan upacara, daerah lapangan terbang, area latihan militer ).

Menurut Ian C.Laurie, ruang terbuka dalam lingkungan alam dan manusia dikelompokkan sbb ;

  • Ruang terbuka sebagai sumber produksi ( daerah hutan, pertanian, produksi mineral, peternakan, perairan ( reservoir, energi ), daerah perikanan, dsb ).
  • Ruang terbuka sebagai perlindungan terhadap kekayaan sumber alam dan manusia ( cagar alam, cagar budaya, suaka margasatwa, taman nasional, dll ).
  • Ruang terbuka untuk kesehatan, kesejahteraan dan kenyamanan ( melindungi kualitas air tanah, pengaturan dan pengelolaan limbah, mempertahankan dan memperbaiki kualitas udara, daerah rekreasi dan taman lingkungan ).

Menurut kegiatannya, ruang terbuka terbagi dua ;

  • Ruang terbuka aktif, mempunyai unsur kegiatan di dalamnya, seperti bermain, berolahraga, jalan2. Ruang ini dapat berupa plaza, lapangan olahraga, tempat bermain anak dan remaja, penghijauan tepi sungai sebagai tempat rekreasi.
  • Ruang terbuka pasif, tak digunakan untuk berkegiatan, lebih berfungsi ekologis dan pengindah visual, seperti penghijauan tepi jalan, penghijauan bantaran kereta api, sungai, atau daerah alami.

Menurut Rob Rimer ( Urban Space ), secara garis besar, ruang terbuka berbentuk ;

  • Memanjang ( koridor ), umumnya memiliki batas pada sisinya, seperti jalan, sungai, dsb.
  • Membulat, umumnya mempunyai batas pada sekelilingnya, seperti  lapangan upacara, area rekreasi, lapangan olahraga.

Menurut sifatnya, ruang terbuka terdiri dari ;

  • Ruang terbuka lingkungan, bersifat umum, terdapat di suatu lingkungan.
  • Ruang terbuka antar bangunan, terbentuk oleh massa bangunan, bersifat umum atau pribadi, tergantung fungsi bangunan.

Ruang terbuka, fungsi sosialnya antara lain ;

  • Tempat bermain dan olahraga
  • Tempat bersosialisasi
  • Tempat peralihan dan menunggu
  • Tempat mendapatkan udara segar.
  • Sarana penghubung antara satu tempat dengan tempat lainnya.
  • Pembatas di antara massa bangunan.
  • Sarana penelitian, pendidikan dan penyuluhan masyarakat untuk membentuk kesadaran lingkungan.
  • Sarana untuk menciptakan kebersihan, kesehatan, keserasian dan keindahan lingkungan.

Fungsi ekologisnya, antara lain ;

  • Penyegaran udara, mempengaruhi dan memperbaiki iklim mikro.
  • Menyerap air hujan.
  • Pengendali banjir dan pengatur tata air.
  • Memelihara ekosistem tertentu, melindungi plasma nutfah
  • Pelembut arsitektur bangunan.

Instruksi Mendagri no.14 tahun 1988, penataan RTH di wilayah perkotaan bertujuan ;

  • Meningkatkan lingkungan hidup perkotaan yang nyaman, segar, indah, bersih dan sebagai sarana pengaman lingkungan perkotaan.
  • Menciptakan keserasian lingkungan alam dan lingkungan binaan yang berguna untuk kepentingan rakyat.

RTH bagi pengembangan kota berperan sbb ;

  • Sebagai alat pengukur iklim amplitudo ( klimatologis ). Penghijauan memperkecil amplitudo variasi yang lebih besar dari kondisi udara panas ke kondisi udara sejuk.
  • Penyaring udara kotor ( protektif ). Penghijauan mencegah pencemaran udara berlebihan oleh asap kendaraan, buangan industri, gas beracun, dll. Asap yang mengambang ke udara, melalui proses kimiawi zat hijau daun dapat mengubah karbondioksida ( CO2 ) menjadi oksigen ( O2 ). Juga zat lemas ( N ) dan sulfur ( S ).
  • Pohon peneduh tepi jalan sebagai tempat hidup satwa burung/ unggas.
  • Sebagai penunjang keindahan ( estetika ). Tanaman memiliki bentuk tekstur dan warna yang menarik, yang dapat menunjang keindahan lingkungan.
  • Mempertinggi kualitas ruang hidup. Dari sudut planologi, penghijauan berfungsi sebagai pengikat dan pemersatu emelen2 bangunan yang ada di sekelilingnya, sehingga tercipta lingkungan yang kompak dan serasi.

Manfaat RTH di wilayah perkotaan, antara lain ;

  • Memberi kesegaran, kenyamanan, keindahan lingkungan sebagai paru2 kota.
  • Memberi lingkungan bersih dan sehat bagi penduduk kota.
  • Menghasilkan kayu, daun, bunga dan buah.
  • Sebagai tempat hidup satwa dan plasma nutfah.
  • Sebagai resapan air, guna menjaga keseimbangan tata air dalam tanah, mengurangi aliran air permukaan ( banjir ), menangkap dan menyimpan air, menjaga keseimbangan tanah agar kesuburan tanah tetap terjamin.
  • Sirkulasi udara dalam kota.
  • Sebagai tempat sarana dan prasarana kegiatan rekreasi.

Dalam lanskap, tanaman adalah primadona. Ada seninya, lho.

Elemen lanskap terbagi dua ;

  • Elemen keras ( hard material ) ; perkerasan, bahan statis
  • Elemen lembut ( soft material ) ; tanaman, air.

Bagi arsitek lanskap yang banyak menangani hubungan antara manusia, alam dan teknologi bahan, tanaman merupakan salah satu faktor penting dalam perancangan. Elemen lembut selalu berkembang sesuai masa pertumbuhannya, menyebabkan bentuk, tektur, warna dan ukurannya selalu berubah. Tanaman adalah makhluk yang tumbuh dipengaruhi alam dan tempatnya tumbuh. Tata hijau ( planting design ), sangat penting dalam pembentukan ruang luar. Penataan dan perancangannya mencakup ; habitus tanaman, karakter tanaman, fungsi tanaman dan peletakan tanaman.

Habitus tanaman adalah tanaman yang dilihat dari segi botanis/ morphologis, sesuai dengan ekologis dan efek visual. Segi botani tanaman, terdiri ;

  • Pohon : batang berkayu, percabangan jauh dari tanah, berakar dalam dan tinggi di atas 3 meter.
  • Perdu : batang berkayu, percabangan dekat tanah, berakar dangkal, tinggi 1-3 meter.
  • Semak : batang tidak berkayu, percabangan dekat tanah, berakar dangkal, tinggi 50-100 cm.
  • Penutup tanah : batang tidak berkayu, berakar dangkal, tinggi 20 – 50 cm.
  • Rerumputan.

Segi ekologis, tanaman dilihat dari tempat hidupnya di ;

  • Dataran rendah
  • Dataran tinggi
  • Lereng
  • Gurun
  • Danau
  • Pantai.

Fungsi tanaman : anti erosi, bising, debu, silau .. and much more

Tanaman selain bernilai estetis juga meningkatkan kualitas lingkungan. Berbagai fungsi tanaman dapat dikategorikan sbb :

  • Kontrol pandangan. Tanaman dapat menahan silau yang ditimbulkan oleh sinar matahari, lampu jalan, dan sinar lampu kendaraan. Pohon atau perdu yang padat sebaiknya diletakkan di sisi atau median jalan. Di median jalan tol, dilarang menanam pohon, sebaiknya tanaman semak agar sinar lampu kendaraan dari arah berlawanan bisa dikurangi. Peletakan pohon, perdu, semak, ground cover dan rumput dapat menahan pantulan sinar dari perkerasan, hempasan air hujan dan menahan jatuhnya sinar matahari ke daerah yang membutuhkan keteduhan. Tanaman tinggi diperlukan untuk menghalangi cahaya yang sangat terang. Tanaman rendah untuk menghalangi refleksi dari kaca jendela rumah. Tanaman dapat dipakai sebagai dinding, atap dan lantai ( komponen pembentuk ruang ). Atap dibentuk oleh tajuk pohon yang membentuk kanopi, atau tanaman merambat pada pergola. Lantai bisa dibentuk dari rumput atau penutup tanah ( ground covers ). Pandangan dari arah atau ke arah ruang yang diciptakan, dapat dikendalikan dengan pengaturan tanaman. Tanaman bisa digunakan untuk membatasi pandangan ( ruang pribadi/ privacy space ). Ruang pribadi dibentuk dengan penempatan tanaman pembatas pandangan setinggi 1,5 – 2 meter. Tanaman dapat pula dimanfaatkan untuk menghalangi pandangan terhadap hal2 yang tidak menyenangkan untuk dilihat, seperti timbunan sampah, tempat pembuangan sampahdan galian tanah.
  • Pembatas fisik. Tanaman dapat dipakai sebagai penghalang pergerakan manusia dan hewan, juga mengarahkan pergerakan.
  • Pengendali iklim. Faktor iklim yang mempengaruhi kenyamanan manusia adalah suhu, radiasi matahari, angin, kelembaban, suara dan aroma. Tanaman menyerap panas sinar matahari dan memantulkannya, sehingga menurunkan suhu dan iklim mikro. Bayang2 tajuk pohon menciptakan iklim mikro. Tanaman menahan, menyerap dan mengalirkan tiupan angin sehingga menimbulkan iklim mikro. Perhatikan tinggi pohon, bentuk, jenis, kepadatan dan lebar tajuk. Tanaman mengurangi kecepatan angin 40 – 50 %. Tanaman dapat menyerap suara bising di daerah yang membutuhkan ketenangan. Perhatikan tinggi pohon, lebar tajuk dan komposisi tanaman. Contoh, pada topografi lembah, tanaman Coniferous mereduksi 75 % suara mobil dan 80 % suara truk. Pada topografi datar, tanaman semak mereduksi 75 % suara mobil dan 50 % suara truk. Tanaman sebagai filter, menyaring debu, bau dan memberi udara segar.
  • Pencegah erosi. Pembentukan muka tanah, pemotongan dan penambahan muka tanah ( cut and fill ), penggalian tanah untuk danau buatan bisa menimbulkan efek negatif pada lahan. Tanah menjadi rapuh dan mudah tererosi oleh air hujan dan hembusan angin kencang. Akar tanaman dapat mengikat tanah sehingga menjadi kokoh dan tahan terhadap pukulan air hujan serta tiupan angin. Juga menahan air hujan yang jatuh secara tidak langsung ke permukaan tanah. Untuk jenis tanaman merambat, maksimal kemiringan tanah 45 derajat ( perhatikan karakter akar dan tanah ).
  • Habitat satwa. Tanaman menjadi sumber makanan bagi hewan dan tempat berlindungnya, sehingga secara tidak langsung membantu pelestarian kehidupan satwa.
  • Nilai estetis. Nilai ini diperoleh dari perpaduan antara warna ( daun, batang, bunga ), bentuk fisik tanaman ( batang, percabangan, tajuk ), tekstur tanaman, skala dan komposisi tanaman. Nilai estetis tanaman diperoleh dari satu tanaman, sekelompok tanaman sejenis, kombinasi tanaman berbagai jenis atau kombinasi antara tanaman dengan elemen lanskap lainnya. Bayangan tanaman terhadap dinding, lantai, perbedaan bentuknya saat tertiup angin dan bergulirnya waktu, bisa terlihat indah. Tanaman yang diletakkan pada tepi atau sekeliling kolam, bayangannya akan tercermin di air ( refleksi ) menghasilkan pemandangan menarik. Keindahan itu meningkatkan kualitas lingkungan.
Pagi berembun, anggrek yang ditanam Mama akhirnya berbunga. Kesegarannya menyemangati saya. Surprise. Today will be a good day ..

Warna batang, daun dan bunga menimbulkan efek visual, tergantung refleksi cahaya yang jatuh pada tanaman tsb. Warna daun dan bunga menarik perhatian manusia, hewan dan mempengaruhi emosi yang melihatnya. Warna cerah membangkitkan rasa senang, gembira dan hangat. Warna lembut memberi kesan tenang dan sejuk. Beberapa jenis tanaman dalam berbagai warna dipadukan dan dikomposisikan akan terlihat estetis.

Bentuk tanaman dapat dimanfaatkan untuk menunjukkan bentuk 2 atau 3 dimensi, memberi kesan dinamis, indah, memperlebar dan memperluas pandangan, atau sebagai aksen ruang. Tekstur suatu tanaman ditentukan batang/ percabangannya, massa daun, serta jarak pandang terhadap tanaman tsb. Tekstur tanaman juga mempengaruhi secara psikis dan fisik orang yang memandangnya. Skala, atau proporsi tanaman adalah perbandingan tanaman dengan lingkungan sekitarnya.

Aneka pohon dan posisinya di ruang kota.

Peletakan tanaman harus disesuaikan dengan tujuan perancangannya, dengan mengingat fungsi tanaman yang dipilih. Pada peletakan ini mesti dipertimbangkan kesatuan dalam desain ( unity ), yaitu antara lain ; variasi, penekanan, keseimbangan, kesederhanaan, urutan. Dalam perencanaan tanaman lanskap, pemilihan jenis tanaman merupakan faktor penting. Jenis dan karakteristik tanaman yang banyak digunakan dalam desain langskap, antara lain ;

  • Cemara gunung ( Cemara junghuniana ), D/T =  6/20 m, bentuk tajuk segitiga, ditanam sepanjang tepi jalan raya.
  • Bambu halus ( Arundinaria japonica ), D/T = 1,5/ 6 m, bentuk tajuk rumpun, ditanam di tepi jalan keluar kendaraan, atau area parkir.
  • Cemara gembel ( Cupressus papuana ), D/T = 2,5 /5 m, bentuk tajuk segitiga, ditanam di area parkir.
  • Tanjung ( Mimusops elengi ), D/T = 8/8 m, bentuk tajuk segitiga, bentuk tajuk bebas, ditanam di tepi jalan dan area parkir.
  • Cemara tiang ( Cupressus sempervirens ), D/T = 2,5/5 m, bentuk tajuk segitiga, ditanam di jalan sekunder.
  • Cemara susun ( Araucaria exelsa ), D/T = 10/30 m, bentuk tajuk segitiga, ditanam di tepi jalan sekunder, pembentuk ruang.
  • Kenari ( Canarium comune ), D/T = 6/22 m, bentuk tajuk bebas, ditanam di tepi jalan raya.
  • Bunga sapu tangan ( Maniltoa gemipara ), D/T = 6/15 m, bentuk tajuk kubah, ditanam untuk identitas lokasi atau peneduh.
  • Rasamala ( Allenga exelsa ), D/T = 8/20, bentuk tajuk bebas, ditanam sebagai peneduh atau pencegah erosi.

(Ir. Rustam Hakim, MT. IALI dan Ir. Hardi Utomo, MS. IAI)

Tanaman -Tanaman Anti Polusi

Walau tanaman hijau diklaim dapat memperbaiki lingkungan, namun ada beberapa tanaman yang memiliki nilai lebih. Misalnya dapat menghambat polusi, mendatangkan burung-burung, atau menunjukkan tingkat polusi udara. Berikut ini beberapa tanaman anti polusi :

1.Pohon Dadap Merah

http://jepretanhape.files.wordpress.com/2009/09/bunga-dadap-merah-15.jpg

Pohon ini baik ditanam di halaman terbuka, karena bisa mengundang datangnya para burung. Soalnya berbagai jenis burung suka sekali menyantap buah si dadap merah ini.

2.Pohon Kelengkeng

http://www.sripoku.com/foto/berita/2009/2/23/23-2-2009-biskelengkeng1.jpg

Siapapun tahu betapa enaknya rasa buah kelengkeng. Namun tahukah Anda kalau pohon kelengkeng mampu meredam polusi suara. Itu sebabnya pada pabrik-pabrik yang menggunakan genset, ada baiknya menanam pohon ini di dekat genset tersebut.

3.Pohon Bungur dan Mahoni


Bungur dan Mahoni

Dikenal mampu menyerap polutan udara seperti timbal. Maka kedua pohon ini sebaiknya ditanam untuk penghijauan di kota-kota besar, dekat jalan protokol yang padat lalu lintasnya. Bukan rahasia lagi kalau kendaraan bermotor menjadi penyumbang timbal terbesar di udara.

Sebaliknya, pohon seperti akasia sebaiknya jangan dijadikan pohon jalur hijau. Mengapa? karena akasia menjadi salah satu pencetus asma. Begitu juga pohon palem yang indah bentuknya, tak begitu besar manfaatnya.

4.Bunga Warna-Warni

http://www.miisonline.org/wp-content/uploads/2008/09/2004-06.jpg

Tanaman yang menyegarkan mata seperti bunga berwarna-warni mampu menjernihkan pikiran kita, sehingga baik ditanam di rumah sakit agar bisa mempecepat kesembuhan pasien. Tanaman ini jelas melawan polusi jiwa.

5.Lumut

http://id.inter-pix.com/db/nature/trees_leaves/forest_and_trees/m-482012.jpg

Lumut yang menempel di batang pohon mampu mendeteksi tingkat polusi udara suatu daerah. Semakin banyak lumut menempel di sebuah pohon berarti semakin baik kualitas udara di tempat itu.

6.Tanaman Sirih Belanda (Devil’s Ivy)

http://www.caudata.org/people/JM/pics/plant1.jpg

Tanaman perdu yang bisa tumbuh dimana saja, termasuk di dalam pot di halaman rumah ini mampu menyerap formaldehida dan benzena. Hasilnya rumah pun lebih segar dan lega untuk bernafas.

7.Kembang Sepatu

http://desainlansekap.files.wordpress.com/2009/05/hibiscus_rosa-sinensis.jpg

Mampu menyerap nitrogen sehingga membuat paru-paru kita jadi lega. Namun jangan sekali-sekali menanam bunga kembang sepatu di dekat ruang Radiografi. Tanaman ini berfungsi meneruskan radiasi sehingga berbahaya bagi orang di sekitar tempat radiografi tersebut.

8.Sansevieria

http://sansevieria.eu/wp-content/uploads/2007/08/sansevieria-cultivars.jpg

Kalau kembang sepatu berfungsi melanjutkan radiasi, tidak demikian dengan tanaman sansevieria ini. Sansevieria mampu menyerap 107 jenis racun, termasuk polusi udara, asap rokok (nikotin), hingga radisi nuklir, sehingga cocok dijadikan penyegar. Oya, kaktus juga bisa menghambat radiasi.

9.Pohon Trembesi

http://upload.wikimedia.org/wikipedia/jv/2/29/Wit_trembesi.jpg

Mampu menyerap karbondioksida dalam jumlah yang besar, sehingga sangat disarankan untuk ditanam sebagai pohon penghijauan. Namun trambesi membutuhkan lahan yang cukup luas.

Pohon Trambesi Paling Hebat Menyerap Karbon Dioksida

http://upload.wikimedia.org/wikipedia/jv/2/29/Wit_trembesi.jpgAlasan penanaman massal pohon raksasa trembesi atau Albizia saman yang disarankan pemerintah untuk menunjang program penanaman satu miliar pohon pada 2010 masih pro dan kontra. Hal ini menunjukkan bahwa pemilihan trembesi itu masih membutuhkan dukungan riset yang lebih saksama.

”Kebijakan penanaman pohon idealnya memerhatikan penggunaan dan kebutuhan masyarakat di tiap daerah. Trembesi termasuk jenis pohon dengan evaporasi atau penguapan tinggi sehingga berpotensi mengeringkan sumber air,” kata Dekan Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada Mochammad Na’im, Senin (22/2/2010) di Yogyakarta.

Hal berbeda diungkapkan dosen Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor (IPB), Endes N Dahlan, di Bogor, kemarin. Menurut dia, trembesi pada mulanya diketahui tumbuh di savana Peru, Brasil, dan Meksiko, yang minim air. ”Kemampuan tumbuh di savana menunjukkan, pohon ini tidak memiliki evaporasi tinggi,” ujarnya.

Endes adalah salah satu akademisi yang diundang Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk memberikan pembekalan penanaman trembesi, 13 Januari 2010 di Istana Negara. Endes meneliti daya serap emisi karbon dioksida atas 43 jenis tanaman pada 2008.

Hasil penelitian pada trembesi dengan diameter tajuk 10-15 meter menunjukkan, trembesi menyerap karbon dioksida 28,5 ton per tahun. Ini angka terbesar di antara 43 jenis tanaman yang diteliti, bahkan ditambah 26 jenis tanaman lain, daya serap karbon dioksida trembesi tetap terbesar. Meskipun demikian, Endes belum bisa menjelaskan 68 jenis pohon lainnya yang diteliti.

Dia mengaku, belum meriset secara rinci kapasitas evaporasi trembesi. Diketahui pula, trembesi memiliki sistem perakaran yang mampu bersimbiosis dengan bakteri Rhizobium untuk mengikat nitrogen dari udara.

Kandungan 78 persen nitrogen di udara memungkinkan trembesi bisa hidup di lahan-lahan marjinal, juga lahan-lahan kritis, seperti bekas tambang, bahkan mampu bertahan pada keasaman tanah yang tinggi. ”Selain tahan kekeringan, juga tahan genangan,” kata Endes.

Menurut dia, pemerintah akan merealisasikan penanaman trembesi di sepanjang jalan Semarang-Kudus, Jawa Tengah. Sebanyak 2.767 pohon akan ditanam di sana hari Rabu besok.

Menurut Na’im, trembesi memiliki tajuk yang luas, sekaligus tebal. Kondisi ini membuat cahaya matahari sulit menembus. ”Tanaman di bawah naungan tajuknya tidak bisa tercukupi cahaya matahari sehingga tidak bisa tumbuh subur, bahkan mati. Jenis tanaman ini sebaiknya untuk perindang,” ujar Na’im.

Distribusi benih

Saat ini pemerintah telah mendistribusikan benih trembesi. Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta, Anik Indarwati, mengatakan, pihaknya sudah menerima 40 kg benih trembesi pada awal Februari 2010.

”Trembesi dikenal dengan nama munggur. Tanaman ini tidak diarahkan untuk perkebunan rakyat karena khawatir membunuh tanaman lain,” kata Anik.

Trembesi dikenalkan pemerintah kolonial Belanda. Biasa ditanam sebagai perindang, termasuk perindang pada penampungan kayu kehutanan.

Trembesi cepat tumbuh, dalam lima tahun diameter batang bisa mencapai 25 sentimeter-30 sentimeter. Tetapi, keunggulan yang sama juga dimiliki berbagai pohon spesies asli Indonesia, di antaranya keluarga meranti, jabon, ketapang, atau pulai.

Menurut peneliti senior Biotrop Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor (IPB), Supriyanto, jenis trembesi saat ini juga belum diteliti apakah termasuk jenis yang invasif atau bukan. Jenis invasif itu mampu mendesak atau mematikan jenis tanaman lain di sekitarnya.

Hal ini seperti terjadi pada jenis tanaman akasia yang ditanam di Taman Nasional Meru Betiri, Jawa Timur. Tanaman ini mengakibatkan rumput sebagai sumber pakan kerbau liar tidak tumbuh.

sumber : blog teknologi tinggi.

Diet Karbon

Rumah tempat bernaung dan kita beristirahat ternyata penghasil karbon terbesar kedua setelah industri. Wajar saja, disana banyak terdapat alat-alat elektronik yang terkadang menyala meski tidak digunakan yang artinya menghasilkan karbon, yang berkontribusi pada pemanasan global. Kalau sudah begitu, mari kita berdiet karbon agar bumi semakin baik.

Ajakan berdiet karbon ini tidak main-main. Untuk menunjukkan keseriusannya, Yayasan Pengembangan Biosains dan Bioteknologi (YPBB) membuat Katalog Diet Karbon.

“Dampak lingkungan yang lebih buruk dapat diperkecil dengan menjalankan Program Diet Karbon”, tutur Nana, Koordinator pembuatan katalog tersebut.

Menurutnya, diet karbon berfungsi mengurangi jumlah karbon yang dikeluarkan berbagai perangkat elektronik rumah tangga. Tidak sedikit peralatan tersebut terpasang meskipun tidak dipakai. Sebut saja  pendingin ruangan (AC), lampu-lampu, televisi, CD/DVD player, komputer, kulkas, dispenser, blender, kompor gas, pompa air, atau pemanas air.

“Alat-alat tersebut sumber karbon dari rumah tangga,” imbuhnya kepada 89.2 FM Green Radio, pada Selasa (26/5).

http://inel.files.wordpress.com/2007/02/lowcarbondietconsumerguide.jpg

Program yang dikembangkan setahun lalu ini, menurut Nana karena keprihatinan pihaknya terhadap gaya hidup masyarakat. Sebagian besar mereka boros energi. Kampanye diet karbon ini mengajak mereka mengurangi emisi karbon yang berasal dari rumah tangga mereka sendiri.

Katalog Diet Karbon berisi daftar aksi-aksi pribadi yang bisa dilakukan di rumah. Tentu saja kegiatan tersebut bertujuan mengurangi emisi karbon.

Katalog juga memuat catatan pribadi pemilik yang disebut Diary Diet Karbon. Diary ini berupa panduan bagaimana melakukan diet karbon yang benar. Misalnya memperhatikan berapa banyak lampu yang dinyalakan atau berapa ideal menggunakan mobil per minggunya sebagai alat transportasi.

“Semakin seru kalau diet karbon dilakukan bersama-sama. Oleh karenanya, YPBB membuat kelompok sebaya diet karbon,” imbuhnya. Kelompok ini ditujukan bagi orang-orang yang sudah mau memulai berdiet karbon.

Untuk mengetahui seberapa besar diet sukses dilakukan, dalam katalog diet karbon terdapat kalkulator karbon. Alat itu untuk mengukur angka karbon yang bisa berhasil dikurangi. Rencananya, dua bulan ke depan, masyarakat luas dapat pula menghitung karbonnya di website resmi YPBB.

Dengan menjalankan program diet karbon di setiap rumah tangga, akan banyak manfaat yang diperoleh. Di antaranya mengurangi tagihan listrik di rumah, dan berpartisipasi memperlambat laju pemanasan global. Diet Karbon, Kenapa Tidak?

sumber : web green radio.

Ventilasi Silang Pengganti AC

http://202.43.165.157/gramedia/idea/files/article/photo/21133_bab%205%20modernRS_17%20txt.jpg

Untuk mengatasi ruangan yang panas tidak selamanya harus menggunakan pendingin ruangan AC. Arsitek dari Nataneka Architects Sukendro Sukendar menjelaskan, ruangan yang terasa panas bisa disebabkan banyak hal. Kurangnya bukaan atau ventilasi adalah penyebab yang paling umum terjadi. Akibat jumlah ventilasi minim, maka tidak terjadi pertukaran udara dari dalam ke luar ruangan. Inilah yang menyebabkan suhu ruangan terasa panas.

Lalu, apakah sebuah jendela pada setiap ruangan sudah cukup? Jawabannya tidak. Menurut Sukendro, agar pertukaran udara dalam ruangan berjalan baik, perlu dibuat ventilasi silang. Paling tidak, ada dua buah jendela atau bukaan yang saling berhadapan dalam satu ruangan.

Ventilasi silang memungkinkan udara mengalir dari dalam ke luar dan sebaliknya, tanpa harus mengendap terlebih dahulu, di dalam ruangan. Udara yang masuk dari satu jendela, akan langsung dialirkan keluar oleh jendela yang ada di hadapannya, dan berganti dengan udara baru, begitu seterusnya. Dengan demikian, tanpa AC pun ruangan tetap terasa sejuk.

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah ukuran jendela atau bukaan, yang harus seimbang dengan ukuran ruangan. Ruangan berukuran besar sudah tentu membutuhkan bukaan yang besar pula. Tak hanya membuat aliran udara membaik, bukaan besar juga memasukkan banyak cahaya matahari. Ruangan pun menjadi sehat dan terang, tanpa perlu menyalakan lampu di siang hari.

sumber : web green radio.

Nanoteknologi: Teknologi Ramah Lingkungan

http://www.gocyberfir.com/articlespic_1219.jpgDalam periode pada tahun 2010 sampai 2020 akan tejadi percepatan luar biasa dalam penerapan nanoteknologi di dunia industri dan ini menandakan bahwa sekarang ini dunia sedang mengarah pada revolusi nanoteknologi.

Negara-negara seperti Amerika Serikat, Jepang, Australia, Kanada dan negara-negara Eropa, serta beberapa negara Asia, seperti Singapura, Cina, dan Korea tengah giat-giatnya mengembangkan suatu cabang baru teknologi yang populer disebut Nanoteknologi. Mereka berani mengucurkan milyaran dollar dana di berbagai bidang penelitian. Semuanya berlomba-lomba menggunakan kata kunci Nanoteknologi.

Nanoteknologi adalah teknologi pada skala nanometer, atau sepersemilyar meter. Indonesia memiliki peluang untuk mengatasi ketertinggalan dari negara lain melalui pengembangan nanoteknologi. Dengan nanoteknologi, kekayaan sumber daya alam Indonesia dapat diberi nilai tambah guna memenangi persaingan global. Dengan menciptakan zat hingga berukuran satu per miliar meter (nanometer), sifat dan fungsi zat tersebut bisa diubah sesuai dengan yang diinginkan.Dengan nanoteknologi pula, kekayaan alam menjadi tak berarti karena sifat-sifat zat bisa diciptakan sesuai dengan keinginan. Karena itu, kita harus mampu memberi nilai tambah atas kekayaan alam kita.

Negara yang tidak menguasai nanoteknologi akan menjadi penonton atau paling tidak akan semakin jauh tertinggal dari negara lain. Nanoteknologi akan mempengaruhi industri baja, pelapisan dekorasi, industri polimer, industri kemasan, peralatan olah raga, tekstil, keramik, industri farmasi dan kedokteran, transportasi, industri air, elektronika dan kecantikan. Penguasaan nanoteknologi akan memungkinkan berbagai penemuan baru yang bukan sekadar memberikan nilai tambah terhadap suatu produk, bahkan menciptakan nilai bagi suatu produk.

Dr. Nurul Taufiqu Rochman, M.Eng, peneliti pada Pusat Penelitian Fisika LIPI telah mematenkan alat pembentuk nanopartikel. Temuan ini menjadi terobosan penting dalam mencapai kemajuan di bidang industri dan lingkungan, dengan kata lain untuk mencapai kemajuan teknologi yang lebih efisien, hemat, dan ramah lingkungan

Ramah lingkungan karena dengan nanoteknologi sebuah produk dapat dibuat dengan bahan yang sedikit, tetapi berkualitas. Dr. Nurul Taufiqu Rochman mencontohkan hasil penelitian nanopartikel baja yang sedang ditekuninya bahwa nanopartikel baja diarahkan untuk membentuk materi baja yang lebih ringan dan hemat. Tetapi, kualitas baja itu tidak berkurang, bahkan partikel nano dalam baja mampu menambah kekuatannya. Penelitian nanopartikel baja ini dapat mengurangi bobot mobil mencapai 30 persen, tanpa mengurangi kekuatannya. Begitu pula, pengurangan bobot baja tanpa mengurangi kekuatannya sangat bermanfaat seperti pada pengembangan konstruksi-konstruksi bangunan yang terus berkembang saat ini. Di samping itu, bahan dasar pembuat baja yang diperlukan dapat dikurangi setengah dan eksplorasinya dapat ditekan.

Dalam buku yang berjudul Gelombang Nanoteknologi, yang ditulis oleh Dr. Kebamoto, disebutkan bahwa isu lingkungan sangat berkait erat dengan polusi. Di sini, penguasaan nanoteknologi akan memberikan jalan keluar untuk mengatasi polusi.

Menurut buku ini ada delapan keunggulan nanoteknologi untuk mengatasi polusi.
Pertama, dengan penguasaan nanoteknologi akan mengurangi penggunaan bahan bakar di bidang transportasi. Kedua, mengurangi gas buang dan limbah. Ketiga, nanofilter akan mampu menyaring debu, gas dan partikel di bawah orde satu mikron. Keempat, nanoteknologi memungkinan pembuatan barang dengan bahan yang sedikit dengan kualitas baik. Kelima, dengan nanoteknologi akan ditemukan solar sel yang bisa mengurangi sumber energi senyawa karbon. Keenam, nanoteknologi memungkinkan penemuan baterai dengan kapasitas tinggi dan bertahan lama. Ketujuh, nanoteknologi akan memungkinkan penghematan energi karena jaringan listrik tidak lagi menggunakan tembaga sebagai konduktor listrik, tapi akan menggunakan konduktor dengan tingan resistensi nol. Kedelapan, nanoteknologi memungkinkan penggunaan hidrogen sebagai sumber energi baru.

Sebuah majalah ilmiah American Society of Mechanical Engineering melaporkan bahwa beberapa ilmuwan telah berhasil menemukan lampu penerang hasil rekayasa dalam skala nano yang mampu menghemat konsumsi energi lebih dari 10 persen. Lampu penerang ini diperkirakan dapat menghemat sebesar 100 miliar dollar AS per tahun serta mampu mengurangi emisi karbon sebesar 200 juta ton per tahun.

Untuk itu, tidak berlebihan kalau kemajuan teknologi di masa depan akan ditentukan nanoteknologi, rekayasa biologi dan teknologi informasi, dimana ketiganya memiliki saling ketergantungan. Oleh karena itu dengan semakin berkembang pesatnya teknologi saat ini, maka kitapun harus segera menyesuaikan diri agar kita tidak tertinggal dan mempersiapkan diri dari segala aspek. Akhirnya, ketika kita sudah siap, maka sambutlah nanoteknologi itu dengan senyuman yang ramah dan bersegeralah kita berubah. Mari bersama membangun bangsa dengan nanoteknologi.

Referensi :

http://www.sinarharapan.co.id/berita/0503/05/opi05.html

http://sudarjanto.multiply.com/journal/item/1743/Menuju_Era_Nanoteknologi

http://www.riauinfo.com/main/news.php?c=7&id=2160

http://arghainc.wordpress.com/2008/09/24/lipi-menemukan-terobosan-dalam-bidang-nanoteknologi/

http://www2.kompas.com/kompas-cetak/0309/29/inspirasi/588634.htm

web nanoteknologi.