Tag Archives: musik

Terapi Musik: Dr. Sidik Memilih Kenny G

Dokter Indonesia pun mengakui, manfaat musik bila dipakai untuk mengiringi tindakan operasi. Salah satunya adalah dr. Sidik Setiamihardja, kepala Klinik Bedah Plastik Bina Estetika, Jakarta. “Saya memang sengaja memutarkan musik saat melakukan operasi, supaya pasien lebih tenang,” akunya.

Awalnya memang atas permintaan pasien. Namun setelah ditimbang-timbang segi positifnya, musik pun dilantunkan di ruang operasi. Baik pasien maupun petugas medis yang sedang bekerja bisa sama-sama menikmati. Pada saat berlangsungnya operasi, para petugas medis sibuk dengan tugasnya masing-masing. Jika saling berbincang, kurang enak. Sementara pasiennya, yang pada umumnya sudah separuh terbius, ingin ikut berbincang namun sudah ngelantur karena pengaruh obat. Jadi, situasinya pasti jadi kurang pas. Maka lebih baik diperdengarkan musik yang lembut.

“Selain itu, musik juga membuat pasien lebih tenang,” tambah dr. Sidik. Bayangkan, betapa repotnya kalau pasien stres. Baru satu jam operasi, dia sudah ingin buang air kecil. Selain itu detak jantungnya juga cepat. Tentu saja ini berbahaya.

Meskipun musik yang mengiringi operasi tidak berfungsi sebagai terapi, tapi berguna untuk mengalihkan perhatian pasien saja agar pasien tidak gelisah. Hasilnya ternyata positif. Pasien lebih tenang, sehingga kalau dia merasa sakit saat sedang ditangani, ia bisa langsung mengatakannya kepada dokter.

Selain itu musik bisa untuk menghilangkan pegal-pegal. Soalnya, lama operasi bedah plastik yang berkisar 1 – 2 jam misalnya, bisa membuat tubuh pasien kaku karena terbaring dalam satu posisi. Dengan adanya lagu, paling tidak pegalnya terobati. Segi positif lainnya dari adanya alunan musik ini, pikiran pasien juga tidak ke sana-sini sampai dokter mengatakan, “Ya, operasi selesai!”

Berdasarkan pengalaman, kepala klinik bedah plastik yang kini sudah memakai teknik laser ini mengatakan bahwa pasien yang suka diiringi musik saat operasi biasanya yang berusia dewasa. Musik yang dipilih umumnya yang tenang dan tanpa syair, seperti lagu-lagu Kenny G atau lagu-lagu Indonesia yang sentimental.

Rupanya, memilih lagu instrumental ada juga alasannya. “Kalau memakai syair suka muncul interpretasi macam-macam. Jadi paling aman tanpa syair saja.”

Meskipun tak ada pengurangan dosis obat bius saat operasi berkat diperdengarkannya musik, tapi pada dasarnya dokter bedah plastik yang satu ini merasa musik memberikan dampak positif, baik bagi para petugas medis maupun pasiennya.

terapi Musik Sampai di Antariksa

Menurut penelitian terakhir dan pengamatan klinisnya, memang ada hubungan antara musik dan pengobatan. “Di dalam tubuh kita pun ada musik, mulai dari irama detak jantung, pernapasan, sampai berbagai aktivitas otak. Selain itu, tubuh juga terpapar musik dari luar,” katanya. Dasar penelitiannya sampai saat ini memang masih harus dilengkapi. Namun, dia melihat musik sering dipakai sebagai pengatur kegiatan manusia. Roket, kapal selam, pesawat ruang angkasa MIR Rusia pun dilengkapi peralatan musik dengan program khusus untuk mengatur agar para penumpangnya mengantuk atau jangan mengantuk. Berdasarkan data-data penelitiannya, Spintge bersama para ahli matematika dan fisika, masih menyelidiki metronom biologis apa yang berdetak dalam diri kita dan bagaimana musik dapat berpengaruh dalam pengobatan.

Dari hasil EKG (elektrokardiogram), dalam keadaan tenang dan tidak kesakitan, grafik jantung seseorang tidak melompat-lompat. Sebaliknya, pada saat sedang ketakutan, kesakitan, atau dilanda stres, ritme jantungnya “membeku” di frekuensi tertentu. Berdasarkan hal ini, para medis merasa perlu membuat rileks para pasien dengan memperdengarkan musik. Ternyata cukup berhasil.

Musik sebagai alat terapi yang dapat menyembuhkan bisa terlihat pada Imme Kramer. Warga Frankfurt ini menderita penyakit keturunan yang amat menyakitkan dan sampai saat ini belum ada obatnya. Jaringan ikatnya melemah hingga mengganggu organ dalam lainnya, termasuk jantung. Sudah tiga kali ia mengalami serangan jantung ringan. Dr. Ralph Spintge merasa, wanita yang berusia 48 tahun ini perlu dirilekskan. Pada mulanya dibutuhkan paparan musik dari headphone selama 15 menit untuk membebaskan dia dari keadaan stres, berdasarkan pantauan terhadap aktivitas ototnya. Setelah tiga minggu dirawat dengan terapi musik, cuma lima menit mendengarkan musik, dia sudah bisa tenang kembali.

Prof. Thaut menganggap, musik merupakan komponen penting dalam terapi. Prof. Thaut yang kelahiran Hamburg dan direktur pusat penelitian musik untuk biomedis dan rehabilitasi saraf di Colorado State University di Fort Collins meneliti pengaruh musik terhadap organ alat gerak. Dia melihat, para penari langsung menggoyangkan kaki begitu mendengar musik.

Musik untuk terapi

Barangkali sulit dipercaya, namun musik ternyata berpotensi menyembuhkan stroke. Meski prosesnya baru sebagian dapat dikuakkan, paling tidak kabar ini cukup menyegarkan bagi dunia kesehatan.

Tubuh Nathalie yang berusia tiga tahun tergeletak di tempat tidur yang berpagar jeruji. Ia lahir dengan kelainan kepala besar (hydrocephalus). Karena tekanan, otaknya rusak. Beberapa waktu lalu, tiba-tiba dia harus mendapatkan bantuan pernapasan. Anehnya, ketika ada benda asing di saluran pernapasannya, si kecil bisa protes dengan kaki dan tangannya. Dokter segera menenangkan Nathalie dengan obat-obatan. Di New Yorker Beth Israel Medical Center, para dokter mencoba memberinya pengobatan alternatif.

Dr. Joanne Loewy yang saat bertugas tidak mengenakan pakaian dokternya, tampak seperti dukun. Saat masuk ke kamar si kecil Nathalie, dia merundukan kepalanya ke pasien kecilnya itu. Lalu, dia mengelilingi tempat tidurnya sambil membunyikan peralatan musik dengan aneka nada. Saat “bermandikan” musik, Nathalie kelihatan sedikit tenang. Otot-ototnya pun tidak lagi kaku dan dari monitor tampak grafik denyut jantungnya menurun. Setelah mengelus-elus kepala Nathalie, Joanne meninggalkan kamar itu, napas si kecil tampak teratur dan wajahnya tampak tenang.

Selain mengurus Nathalie, Joanne memimpin tiga penelitian di Beth Israel Medical Center untuk mengetahui bagaimana musik bisa memperingan penderitaan anak AIDS, leukemia, asma, dan gangguan otak yang berat. Joanne melihat musik bisa banyak meringankan keadaan mereka. Menurut penelitian terbaru – seperti pada Nathalie – musik berpengaruh langsung ke otak dan berakibat ke proses kerja tubuh.

Musik untuk pasien stroke

Baru-baru ini, para ilmuwan mulai mengamati mekanisme fisiologis yang menghubungkan alat pendengar dengan sistem motorik manusia. “Baru sekarang dapat dilakukan karena baru kini tersedia teknologi komputer yang menciptakan irama tertentu, dan juga video yang bisa merekam setiap gerakan para sukarelawan. Dengan video ini bisa dilihat setiap perubahan gerakan sekecil apa pun,” ujar Thaut.

Ternyata organ pendengaran pada manusia lebih baik daripada organ penglihatan. Pada zaman nenek moyang, hanya manusia yang punya pendengaran baik yang bisa bertahan hidup. Karena dengan mengandalkan pendengaran yang baik itu, mereka bisa menghindar dari serangan binatang-binatang buas.

Salah satu kemampuan dasar indera pendengaran adalah mendengar irama. Sejak berupa embrio, manusia sudah mendengar irama, yakni irama detak jantung sang ibu. Menurut kelompok kerja Michael Thauts pada Fort Collins, otak manusia sangat cepat menerima ritme dari luar dan mengubahnya menjadi gerakan. Hal ini terlihat pada para sukarelawan yang gerakannya direkam dengan video. Menurut Thaut, “Otak sangat cepat menerima irama dan segera memerintahkan gerak motorik untuk bekerja.”

Dari sudut pandang medis, Thaut mempertanyakan apakah mekanisme yang merangsang ini tetap bisa berpengaruh terhadap manusia yang otaknya rusak? Banyak pasien stroke atau pasien parkinson tidak bisa melangkahkan kakinya atau mengkoordinasikan langkah mereka. Anehnya, menurut kelompok kerja Prof. Thaut, mereka bisa melangkahkan kaki kembali setelah mendengarkan musik dengan irama tertentu. Seperti ada suatu kekuatan yang memungkinkan mereka dapat berjalan kembali. “Mereka tidak perlu belajar lagi jalan!” ujar Prof. Thaut.

Di pusat rehabilitasi di AS, para pasien stroke disuruh berbaris sambil mendengarkan musik mars yang berirama dua dan empat ketukan lewat walkman. Ternyata, jenis musik ini mampu menstimulasi otak. Tujuan perawatan ini agar si pasien terbiasa dengan irama dan kebutuhan telinga dalam bisa terpenuhi. Dengan ini, lama kelamaan mereka dapat bergerak normal lagi walau tanpa musik. Hasil penyelidikan menunjukkan, kemampuan koordinasi motorik otak yang terlatih tadi lama kelamaan akan menunjukkan perbaikan.

Contoh lain tentang kehebatan musik tampak pada seorang pasien alzheimer yang sudah tak ada harapan di pusat rehabilitasi New Yorker Beth Abraham. “Pasien ini menderita parkinson hebat, tubuhnya gemetar seperti orang kedinginan. Walau demikian, dia masih berusaha untuk bermain piano. Dia memainkan lagu-lagu dari komponis favoritnya, yakni Frederic Chopin. Kalau sudah demikian, dia bisa duduk berjam-jam di depan piano dan lupa akan penyakitnya. Rupanya, saat dia bermain dan terbuai oleh lagunya itu, tubuhnya bereaksi,” ujar Concetta Tomaino, direktur program terapi musik pada rumah sakit Beth Abraham.

Berdasarkan pengamatan di kliniknya, Concetta Tomaino melihat musik mampu “menggali” ingatan pasien-pasiennya. “Saya pernah mencobanya pada pasien alzheimer yang kemampuan berpikirnya hampir hilang sama sekali. Ketika saya memainkan musik yang dia kenal sewaktu mudanya, tiba-tiba dia jadi ingat akan tempat dan orang-orang yang pernah dia kenal.”

Memang fenomena seperti itu sampai sekarang belum jelas seluruhnya. Yang penting musik telah berhasil mengaktifkan kembali otak. Concetta Tomaino yang bekerja sama dengan para ahli saraf dan otak dari New Yorker Albert Einstein College of Medicine memperkirakan, “stimulasi total” dengan musik bisa memperbaiki minimal sebagian daerah fungsi otak yang rusak.

Hal ini juga terjadi pada pasien stroke. Mereka tidak bisa bicara, tapi bisa sedikit bernyanyi. Ini berhubung daerah otak yang mengendalikan kedua jenis aktivitas itu memang berbeda. Pada beberapa kasus, fungsi bicara bisa diaktifkan kembali dengan nyanyian, tetapi butuh waktu yang agak lama. “Tampaknya jaringan saraf yang ‘lumpuh’ bisa diaktifkan kembali dengan stimulasi yang tepat. Yakni dengan musik,” ujar Concetta Tomaino. (Von Frank Ochmann/Cis)

9 Penemuan Muslim yang Menggoncang Dunia

Kehidupan modern tak lepas dari penemuan-penemuan ilmuwan muslim. Proyek 1001 kembali mengingatkan sejarah 1000 tahun warisan muslim yang terlupakan.

“Ada sebuah lubang dalam ilmu pengetahuan manusia, melompat dari zaman Renaisans langsung kepada Yunani,” ujar Chairman Yayasan Sains, Teknologi dan Peradaban Profesor Salim al-Hassani pemimpin 1001 Penemuan.

Saat ini Penemuan 1001 sedang pameran di Museum Sains London. Hassani mengharapkan pameran tersebut akan menegaskan kembali kontribusi peradaban non-barat, seperti kerajaan muslim yang suatu waktu pernah menutupi Spanyol dan Portugis, Italia selatan dan terbentang seluas daratan China.

Inilah penemuan muslim yang luar biasa:

1. Operasi Bedah

Sekitar tahun 1000, seorang dokter Al Zahrawi mempublikasikan 1500 halaman ensiklopedia berilustrasi tentang operasi bedah yang digunakan di Eropa sebagai referensi medis selama lebih dari 500 tahun. Diantara banyak penemu, Zahrawi yang menggunakan larutan usus kucing menjadi benang jahitan, sebelum menangani operasi kedua untuk memindahkan jahitan pada luka. Dia juga yang dilaporkan melakukan operasi caesar dan menciptakan sepasang alat jepit pembedahan.

2. Kopi

Saat ini warga dunia meminum sajian khas tersebut tetapi, kopi pertama kali dibuat di Yaman pada sekitar abad ke-9. Pada awalnya kopi membantu kaum sufi tetap terjaga ibadah larut malam. Kemudian dibawa ke Kairo oleh sekelompok pelajat yang kemudian kopi disukai oleh seluruh kerajaan. Pada abad ke-13 kopi menyeberang ke Turki, tetapi baru pada abad ke-16 ketika kacang mulai direbus di Eropa, kopi dibawa ke Italia oleh pedagang Venesia.

3. Mesin Terbang

Abbas ibn Firnas adalah orang pertama yang mencoba membuat konstruksi sebuah pesawat terbang dan menerbangkannya. Di abad ke-9 dia mendesain sebuah perangkat sayap dan secara khusus membentuk layaknya kostum burung. Dalam percobaannya yang terkenal di Cordoba Spanyol, Firnas terbang tinggi untuk beberapa saat sebelum kemudian jatuh ke tanah dan mematahkan tulang belakangnya. Desain yang dibuatnya secara tidak terduga menjadi inspirasi bagi seniman Italia Leonardo da Vinci ratusan tahun kemudian.

4. Universitas

Pada tahun 859 seorang putri muda bernama Fatima al-Firhi mendirikan sebuah universitas tingkat pertama di Fez Maroko. Saudara perempuannya Miriam mendirikan masjid indah secara bersamaan menjadi masjid dan universitas al-Qarawiyyin dan terus beroperasi selama 1.200 tahun kemudian. Hassani mengatakan dia berharap orang akan ingat bahwa belajar adalah inti utama tradisi Islam dan cerita tentang al-Firhi bersaudara akan menginspirasi wanita muslim di mana pun di dunia.

5. Aljabar

Kata aljabar berasal dari judul kitab matematikawan terkenal Persia abad ke-9 ‘Kitab al-Jabr Wal-Mugabala’, yang diterjemahkan ke dalam buku ‘The Book of Reasoning and Balancing’. Membangun akar sistem Yunani dan Hindu, aljabar adalah sistem pemersatu untuk nomor rasional, nomor tidak rasional dan gelombang magnitudo. Matematikawan lainnya Al-Khwarizmi juga yang pertama kali memperkenalkan konsep angka menjadi bilangan yang bisa menjadi kekuatan.

6. Optik

“Banyak kemajuan penting dalam studi optik datang dari dunia muslim,” ujar Hassani. Diantara tahun 1.000 Ibn al-Haitham membuktikan bahwa manusia melihat obyek dari refleksi cahaya dan masuk ke mata, mengacuhkan teori Euclid dan Ptolemy bahwa cahaya dihasilkan dari dalam mata sendiri. Fisikawan hebat muslim lainnya juga menemukan fenomena pengukuran kamera di mana dijelaskan bagaimana mata gambar dapat terlihat dengan koneksi antara optik dan otak.

7. Musik

Musisi muslim memiliki dampak signifikan di Eropa. Di antara banyak instrumen yang hadir ke Eropa melalui timur tengah adalah lute dan rahab, nenek moyang biola. Skala notasi musik modern juga dikatakan berasal dari alfabet Arab.

8. Sikat Gigi

Menurut Hassani, Nabi Muhammad SAW mempopulerkan penggunaan sikat gigi pertama kali pada tahun 600. Menggunakan ranting pohon Miswak, untuk membersihkan gigi dan menyegarkan napas. Substansi kandungan di dalam Miswak juga digunakan dalam pasta gigi modern.

9. Engkol

Banyak dasar sistem otomatis modern pertama kali berasal dari dunia muslim, termasuk pemutar yang menghubungkan sistem. Dengan mengkonversi gerakan memutar dengan gerakan lurus, pemutar memungkinankan obyek berat terangkat relatif lebih mudah. Teknologi tersebut ditemukan oleh Al-jazari pada abad ke-12, kemudian digunakan dalam penggunaan sepeda hingga kini.

Sisi Biologi dan Kedokteran Imam Al-Ghazali

http://2.bp.blogspot.com/_wtsjpiP8HG8/SDz63zbYRzI/AAAAAAAAACM/KIO7d8eHLYA/s400/ghazali.gifAbu Hamid Muhammad bin Muhammad al-Ghazali merupakan seorang pemikir yang multi talenta yang banyak menyumbangkan pemikirannya dalam ilmu teologi, filsafat, astronomi, politik, sejarah, ekonomi, hukum, kedokteran, biologi, kimia, sastra, etika, musik, maupun sufisme. Dia adalah teolog Islam, ahli hukum, ahli filsafat, kosmologi, psikolog, maupun biologi. Dia dilahirkan di Tus, Provinsi Khorasan, Persia dan hidup antara tahun 1058 hingga 1111. Al Ghazali yang sering disebut juga Algazel merupakan salah satu sarjana yang paling terkenal dalam sejarah pemikiran Islam Sunni. Dia dianggap sebagai pelopor metode keraguan dan skeptisisme. Salah satu karya besarnya berjudul Tahafut Al Falasifah atau The Incoherence of the Philosophers. Dia berusaha mengubah arah filsafat awal Islam, bergeser jauh dari metafisika Islam yang dipengaruhi oleh filsafat Yunani kuno dan Helenistik menuju filsafat Islam berdasarkan sebab-akibat yang ditetapkan oleh Allah SWT , sebuah teori yang kini dikenal sebagai occasionalism.

Keberadaan Al Ghazali telah diakui oleh sejarawan sekuler seperti William Montgomery Watt yang menyebutnya sebagai Muslim terbesar setelah Muhammad. Selain kesuksesannya dalam mengubah arah filsafat Islam awal Neoplatonisme yang dikembangkan atas dasar filsafat Helenistik, Dia juga membawa Islam ortodoks ke dalam ilmu tasawuf. Al Ghazali juga sering disebut sebagai Pembuktian Islam, Hiasan keimanan, atau Pembaharu agama. Dalam buku berjudul Historiografi Islam Kontemporer disebutkan, seorang penulis bernama Al Subki dalam bukunya yang berjudul Thabaqat Al Shafiyya Al Kubra pernah menyatakan, “Seandainya ada lagi nabi setelah Nabi Muhammad, maka manusianya adalah Al Ghazali.” Hal ini menunjukkan tingginya ilmu pengetahuan dan kebijaksanaan yang dimiliki Al Ghazali.

Pengaruh Al Ghazali baik dalam bidang agama maupun ilmu pengetahuan memang sangat besar. Karya-karya maupun tulisannya tak pernah berhenti dibicarakan hingga saat ini. Pengaruh pemikirannya tidak hanya mencakup wilayah di Timur Tengah tetapi juga negara-negara lain termasuk Indonesia dan negara barat lainnya. Para ahli filsafat barat lainnya seperti Rene Descartes, Clarke, Blaise Pascal, juga Spinoza juga mendapatkan banyak pengaruh dari pemikiran Al Ghazali.

Kebanyakan orang-orang mengenal pemikiran Al Ghazali hanya dalam bidang teologi, fiqih, maupun sufisme. Padahal dia merupakan seorang ilmuwan yang hebat dalam bidang ilmu biologi maupun kedokteran. Dia telah menyumbangkan pemikiran dan jasa yang besar dalam bidang kedokteran modern dengan menemukan sinoatrial node (nodus sinuatrial) yaitu jaringan alat pacu jantung yang terletak di atrium kanan jantung dan juga generator ritme sinus. Bentuknya berupa sekelompok sel yang terdapat pada dinding atrium kanan, di dekat pintu masuk vena kava superior. Sel-sel ini diubah myocytes jantung. Meskipun mereka memiliki beberapa filamen kontraktil, mereka tidak kontraksi. Penemuan sinoatrial node oleh Al Ghazali ini terlihat dalam karya-karyanya yang berjudul Al-Munqidh min Al-Dhalal, Ihya Ulum Al Din, dan Kimia Al-Sa’adat. Bahkan penemuan sinoatrial node oleh Al Ghazali ini jauh sebelum penemuan yang dilakukan oleh seorang ahli anatomi dan antropologi dari Skotlandia, A. Keith dan seorang ahli fisiologi dari Inggris MW Flack pada tahun 1907. Sinoartrial node ini oleh Al Ghazali disebut sebagai titik hati.

Dalam menjelaskan hati sebagi pusat pengetahuan intuisi dengan segala rahasianya, Al Ghazali selalu merumuskan hati sebagai mata batin atau disebut juga inner eye dalam karyanya yang berjudul Al-Munqidh min Al-Dhalal yang diterjemahkn oleh C. Field menjadi Confession of Al Ghazali. Dia juga menyebut mata batin sebagai insting yang disebutnya sebagai cahaya Tuhan, mata hati, maupun anak-anak hati. Kalu titik hati Al Ghazali dibandingkan dengan sinoartrial node, maka akan terlihat bahwa titik hati sebenarnya mempunyai hubungan erat dengan sinoartrial node. Dia menyebutkan bahwa titik hati tersebut tidak dapat dilihat dengan alat-alat sensoris sebab titik tersebut mikroskopis. Para ahli kedokteran modern juga menyatakan sinoartrial node juga bersifat mikroskopis.

Al Ghazali menyebutkan titik hati tersebut secara simbolis sebagai cahaya seketika yang membagi-bagikan cahaya Tuhan dan elektrik. Menurut gagasan modern, dalam satu detik, sebuah impuls elektrik yang berasal dari sinoartrial node mengalir ke bawah lewat dua atria dalam sebuah gelombang setinggi 1/10 milivolt sehingga otot-otot atrial dapat melakukan kontraksi.

Pada era modern ini para ahli anatomi menyatakan pembentukan tindakan secara potensial berasal dari hati, yaitu kontraksi jantung yang merupakan gerakan spontan yang terjadi secara independen dalam suatu sistem syaraf. Dia juga menyatakan bahwa hati itu merdeka dari pengaruh otak dalam karyanya yang berjudul Al-Munqidh min Al-Dhalal. Para pemikir modern banyak yang mengatakan, suatu tindakan kadang terjadi melalui mekanisme yang tak seorang pun tahu mengenainya. Namun Al Ghazali mengatakan, tindakan yang terjadi melalui mekanisme yang tak diketahui tersebut sebenarnya disebabkan oleh sinoartrial node. Dia juga menyatakan penguasa misterius tubuh yang sebenarnya adalah titik hati tersebut, bukanlah otak.

Al Ghazali tidak hanya menggambarkan dimensi fisik sinoartrial node tetapi dia juga menggambarkan dimensi metafisik dari sinoartrial node. Hal ini jauh berbeda dengan pandangan para pemikir sekuler yang hanya mampu menggambarkan sinoartrial node secara fisik semata. Secara metafisik, Al Ghazali menggambarkan sinoartrial node sebagai pusat pengetahuan intuitif atau inspirasi ke-Tuhanan yang bisa berfungsi sebagi peralatan untuk menyampaikan pesan-pesan Tuhan kepada hambanya. Namun orang yang bisa memfungsikan sinoartrial node hanyalah orang yang telah mencapai penyucian diri sendiri atau orang yang sangat beriman kepada Allah SWT.

Dukungan Al Ghazali terhadap pengembangan ilmu anatomi dan pembedahan

Selain menemukan sinoartrial node, Al Ghazali juga memberikan sumbangan lain dalam bidang kedokteran dan biologi. Catatan sejarah menyebutkan, tulisan-tulisan Al Ghazali diyakini menjadi pendorong bangkitnya kemauan untuk melakukan studi kedokteran pada abad pertengahan Islam, khususnya ilmu anatomi dan pembedahan.

Dalam karyanya The Revival of the Religious Sciences, dia menggolongkan pengobatan sebagai salah satu ilmu sekuler yang terpuji (mahmud) dan menggolongkan astrologi sebagai ilmu sekuler yang tercela (madhmutn). Sehingga dia sangat mendorong orang-orang untuk memepelajari ilmu pengobatan. Saat membahas tentang meditasi (Tafakkur), dia menjelaskan anatomi tubuh pada sejumlah halaman bukunya secara rinci untuk menjelaskan posisi yang cocok guna melakukan kontemplasi dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Al Ghazali juga membuat pernyataan yang kuat guna mendukung orang-orang untuk mempelajari ilmu anatomi dan pembedahan dalam karyanya yang berjudul The Deliverer from Error. Dia menyebutkan, naturalis (al-tabi’yun) adalah sekelompok orang yang terus-menerus mempelajari alam, keajaiban binatang dan tumbuhan. Mereka juga sering terlibat dalam ilmu anatomi maupun pembedahan (ilm at-tashriih) dari tubuh hewan. Melalui proses pembedahan itu mereka mampu merasakan keajaiban rancangan Allah SWT dan kebijaksanaan-Nya serta keajaiban-Nya. Dengan ini mereka dipaksa untuk mengakui Allah SWT merupakan Penguasa alam semesta dan siapapun bisa mengalami kematian. Tidak seorang pun dapat belajar anatomi maupun pembedahan dan keajaiban kegunaan dari bagian-bagian organ tubuh tanpa mengetahui kesempurnaan desain ciptaan Allah yang berhubungan dengan struktur (binyah) binatang maupun struktur manusia. Dengan demikian, Al Ghazali menganggap dengan mempelajari ilmu anatomi maka manusia akan sadar dengan kehebatan Allah SWT yang Maha Agung sehingga hal itu membuatnya lebih mendekatkan diri kepada sang Pencipta.

Dukungan kuat Al Ghazali untuk memajukan studi tentang anatomi dan pembedahan memberikan pengaruh yang kuat dalam kebangkitan ilmu anatomi dan pembedahan yang mulai dilakukan oleh pada dokter Muslim pada abad 12 dan 13. Sejumlah dokter sekaligus ilmuwan hebat Muslim yang mulai mendorong kebangkitan ilmu anatomi dan pembedahan pada masa itu antara lain Ibn Zuhr, Ibn al-Nafis, maupun Ibn Rusyd. (republika.co.id)

Membentuk Generasi Unggul

“Dan hendaklah kamu takut kepada Allah jika kamu meninggalkan anak-anak yang lemah.“
(QS. An Nisa: 9).

Pada hari ini, tidak dapat dipungkiri lagi bahwa cendikiawan Yahudi hampir menguasai segala bidang yang ada, baik dibidang Engineering, musik, saintis terlebih lagi dibidang perdagangan. Hampir tujuh puluh persen perdagangan di dunia dikuasai oleh kaum Yahudi, dari kosmetik, pakaian, makanan, senjata, perhotelan, perfilman di Hollywood dan sebagainya. Kenapa Tuhan memberi kelebihan kepada orang yahudi?. Apakah ada suatu proses yang mereka lakukan untuk mempersiapkan generasi unggul ?. Dr. Stephen Carr Leon dari Universitas Massachute USA telah membuat tesis untuk pasca sarjana dengan judul “Why The Jews So Smart ” (Mengapa yahudi begitu cerdas?). Untuk pengetahuan pembaca, penulisan dan penelitian tesis tersebut ia lakukan hampir memakan waktu kurang lebih delapan tahun, hal ini dilakukan karena untuk mengumpulkan data-data yang setepat mungkin. Data-data yang dikumpulkan ialah faktor makanan, adat istiadat, agama, persiapan awal untuk melahirkan keturunan dan sebagainya.

Faktor pertama adalah bagaimana masyarakat Israel mempersiapkan generasi unggul yang dimulai dengan persiapan awal dalam melahirkan keturunan. Di Israel, seorang ibu yang sedang mengandung, maka hal yang pertama kali dilakukan adalah sang ibu akan sering menyanyi dan bermain piano, sang ayah akan membeli buku Matematik dan menyelesaikan soal-soal Matematik tersebut bersama sang istri. Stephen bertanya kepada temannya seorang Yahudi yang sedang mengandung, mengapa dia sering membawa buku Metamatik dan terkadang bertanya tentang beberapa soal matematik yang tak dapat menyelesaikanya.

Stephen bertanya kembali, “apakah soal Matematik ini untuk anak kamu?” Yahudi tadi menjawab, “Ya, ini untuk anak saya yang masih didalam kandungan, saya sedang melatih otaknya, agar ia menjadi genius apabila dewasa kelak”. Si ibu Yahudi tadi akan terus menjawab soalan Matematik tanpa merasa jenuh dengan harapan agar anaknya kelak jenius.

Perkara lain yang menjadi perhatian riset tersebut ialah makanan si ibu yang sedang mengandung. Dalam masyarakat Yahudi seorang ibu sejak awal mengandung gemar sekali memakan kacang badam dan korma bersama susu, dan untuk tengah hari menu utamanya ialah roti dan ikan tanpa kepala bersama salad yang dicampur dengan badam dan berbagai jenis kacang. Menurut kajian sains, memakan ikan sungguh baik untuk perkembangan otak dan sedangkan memakan kepala ikan tidak baik sebab kepala ikan mengandung zat kimia yang dapat merusakkan pengembangan dan pertumbuhan otak anak didalam kandungan.

Tesis tersebut juga menyatakan bahwa diantara adat orang Yahudi dan telah menjadi semacam kewajiban untuk ibu yang sedang mengandung untuk minum pil minyak ikan. Menurut kajian tesis tersebut, setiap undangan makan, orang Yahudi gemar sekali memakan isi ikan ( fillet) dan biasanya jika di atas meja ada ikan, maka daging tidak akan ada. Sebab, menurut masyarakat Yahudi, campuran daging dan ikan tak baik dimakan bersama-sama. Sedangkan Salad dan kacang, terutama hadam merupakan suatu kebiasaan di dalam setiap jamuan.

Perkara yang penting lagi ialah masyarakat Yahudi akan memakan buah buahan terlebih dahulu sebelum memakan hidangan utama. Sebab itu menurut penulis, kita jangan terperanjat jika seseorang diundang kerumah orang Yahudi maka tamu akan dihidangkan buah buahan terlebih dahulu. Menurut mereka, jika memakan hidangan nasi atau roti (mengandung karbohidrat) terlebih dahulu baru kemudian memakan buah buahan, ini akan menyebabkan seseorang merasa ngantuk dan lemah dan payah untuk memahami pelajaran disekolah.

Demikian juga dengan rokok. Bagi masyarakat Israel, merokok adalah perbuatan yang diangap sangat tercela, sehingga apabila seseorang diundang makan dirumah orang Yahudi, jangan sekali-kali merokok, sebab tanpa risih dan malu, mereka akan menyuruh tamu tersebut keluar dari rumah mereka dan merokok diluar rumah.

Masyarakat Yahudi sangat percaya dengan bahaya rokok bagi kesehatan dan otak Sebab menurut riset yang dilakukan oleh para saintis di Universitas Israel, menemukan bahwa nikotin rokok dapat menyebabkan kerusakan pada sel utama pada otak manusia dan akan melekat pada genes. Ini bermakna, keturunan perokok bakal membawa generasi yang cacat otak yang dapat mengakibatkan bodoh atau malas.

Selanjutnya peneliti memperhatikan pendidikan Taman Kanak-kanak masyarakat Yahudi Dalam sekolah tersebut, konsumsi anak-anak dijaga dengan baik. Makanan awal ialah buah buahan bersama kacang badam, diikuti dengan menelan pil minyak ikan (code oil lever). Peneliti tersebut mendapatkan bahwa kanak-kanak Yahudi sungguh bijak dan rata rata setiap anak didik diajarkan tiga bahasa yaitu bahasa Hebrew, Arab dan Inggris. Anak-anak TK tersebut selain dilatih berbahasa dengan tiga bahasa, mereka juga dilatih bermain piano dan violin, ini adalah suatu kewajiban.

Menurut masyarakat Yahudi, bermain musik dan memahami not- notnya dapat meningkatkan IQ dan sudah tentu bakal menjadikan anak itu memiliki otak cemerlang. Sebab menurut saintis Yahudi, alunan musik dapat merangsang dan memberikan senam untuk otak.

Seterusnya dalam pendidikan dasar, dari kelas satu hingga kelas enam, anak anak Yahudi akan ditekankan untuk belajar matematik yang berkonsepkan perdagangan. Oleh sebab itu tidak heran, di semua sekolah Yahudi, pelajaran matematik dan IPA (sains) merupakan pelajaran utama dan perhatian serius. Dengan demikian, segala pelajaran sosial akan dengan mudah dicerna oleh anak-anak Yahudi.

Selain dari pelajaran matematik dan IPA, pelajaran olahraga juga menjadi pelajaran wajib. Dan olahraga yang utama ialah olahraga memanah, menembak dan berlari. Sebab menurut masyarakat Yahudi, memanah dan menembak dapat melatih otak dalam memfokuskan sesuatu perkara disamping mempermudahkan persiapan untuk bela negara dalam militer.

Selanjutnya penulis memperhatikan pendidikan di sekolah menengah. Siswa sekolah menengah ditekan dengan pelajaran sains malahan mereka diwajibkan untuk membuat produk dalam segala projek kelas mereka walaupun kadangkala kelihatannya lucu dan main-main, Mereka diupayakan membuat kreatifitas dalam produksi teknologi, senjata, farmasi, Kedokteran dan ilmu teknik, Hasil kreatifitas, idea dan produk yang dihasilkan oleh murid sekolah menengah itu akan dibawa laboratarium di perguruan tinggi, seperti Politeknik dan Universitas.

Disamping teknologi, pendidikan memengah Yahudi sangat memperhatikan masalah ekonomi dan perdagangan. Di tahun akhir di universitas, para mahasiswa dibidang ekonomi dan perdagangan ditugaskan untuk melakukan projek-projek perniagaan dan mahasiswa tersebut akan lulus jika kelompok belajar mereka (setiap kumpulan terdiri dari sepuluh mahasiswa) dapat menjalankan perniagaan yang mendapat keuntungan sebanyak $ US 1 juta. Itulah kenyataan, bagaimana masyarakat Yahudi mempersiapkan generasi sehingga tidak heran masyarakat Yahudi menguasai bidang ekonomi, dan bisnis melalui jaringan bisnis masyarakat Yahudi yang ada di seluruh penjuru dunia.

Para sarjana dan alumni perguruan tinggi, setelah menjadi alumni akan disarankan untuk mendaftar menjadi anggota kumpulan dan koperasi Yahudi dan mereka akan segera dibantu dengan memberikan pinjaman tanpa bunga agar mereka bisa berdikari. Jika seseorang itu alumni fakultas kedokteran, maka organisasi Yahudi akan membantunya mendirikan rumah sakit dengan bantuan tanpa bunga. Demikian juga dengan profesi-profesi yang lain.

Dari tulisan diatas dapat dilihat bahwa masyarakat Yahudi benar-benar berusaha dengan gigih mempersiapkan generasi yang unggul sejak dari masa kehamilan, sampai kepada masa sarjana.

Sewaktu dalam kandungan, orangtua mereka telah mempersiapkan makanan dan pendidikan sehingga setiap anak yang lahir mempunyai otak yang cerdas. Memasuki bangku sekolah telah dipersiapkan mata pelajaran yang terpilih dan penekanan utama kepada kreatifitas dan produktivitas. Setelah menyelesaikan perguruan tinggi, masyarakat juga memberikan bantuan modal dengan pinjaman tanpa bunga.

Dengan persiapan matang tersebut yang dimulai dari dalam kandungan sampai dewasa itulah maka kita melihat hari ini masyarakat Yahudi dapat menguasai dunia. Malahan apa yang mereka ajarkan itu banyak mengambil dari hadist nabi, seperti “ajarlah anak-anakmu dengan memanah, berenang, dan menunggangi kuda”, demikian juga dengan hadist-hadist tentang makanan dan juga dengan hadist-hadist mengajarkan anak-anak alunan suara Al-Quran dan lain sebagainya. Fa’tabiru ya Ulil albaab.

M. Arifin Ismail, MA. M.Phil
Kuala Lumpur, Malaysia

Risalah Jum’at MUMTAZ : Edisi 425/ Thn VIII /5 J. Awal 1430 H /1 Mei 2009

Menuju Proses Belajar yang Alami & Efektif

Paul E. Dennison

Sebelum tahun 1450, orang terpelajar adalah mereka yang tahu menggunakan tangan mereka dalam menguasai suatu keterampilan; sebagai tukang roti, penjahit pakaian, tukang sepatu, dan sebagainya. Seorang pemuda biasanya melewatkan masa2 mudanya dengan bekerja dekat dengan seorang guru yang mengajarinya keterampilan kinestetik profesi. Kecuali dia seorang biarawan, orang muda ini tidak pernah merasa perlu belajar menulis atau membaca. Saat itu buku belum ada kecuali dalam bentuk kumpulan kertas tulisan tangan yang dijilid, yang dijaga dengan ketat dan dibaca secara bergilir di kalangan kelompok elit. Hampir semua informasi disampaikan secara oral, yang berarti bahwa bercerita dan mendengarkan merupakan keterampilan yang amat dihargai.

Pada tahun 1450, Johannes Gutenberg menemukan mesin pencetak yang melahirkan cara belajar yang baru. Karenanya, tanda inteligensi seseorang bergeser dari keterampilan fisik menjadi kemampuan membaca kode tercetak. Pergeseran besar itu masih terus mempengaruhi kita sampai hari ini.

Selama berabad-abad, melek huruf dan kemampuan membaca dan menulis bergeser kedudukannya dari suatu bentuk seni spesialisasi yang dikuasai oleh beberapa orang menjadi persyaratan kompetensi yang diberlakukan pada semua orang. Diciptakanlah sekolah sebagai institusi formal untuk melakukan pengajaran. Bersama itu pula muncullah istilah anak bodoh, lambat belajar, terbelakang, penderita gangguan konsentrasi, dan sebagainya.

Selama berabad-abad, nenek moyang kita belajar dengan suatu cara alami yang bebas melalui contoh, gerakan, dan meniru. Untuk bertahan hidup, orang harus secara fisik menguasai lingkungannya. Keterampilan berharga diwariskan dari generasi ke generasi, dari ayah kepada anak laki-laki, dari ibu kepada anak perempuan, dan melalui kerja magang. Adalah tradisi bahasa oral, termasuk mendongeng, ritual dan nyanyian yang menjadikan sejarah dan pelajaran2 tetap hidup. Seni, musik, dan tari memberikan konteks visual, pendengaran, dan kinestetik bagi seseorang sehingga dia tahu di mana tempatnya berada.

Sejak awal peradaban, simbol2 semacam itu telah membantu seseorang dalam menggambarkan pengalaman hidupnya untuk anak cucu. Simbol ini penting bagi kesadaran kita, baik dalam keadaan terjaga maupun bermimpi dengan memberikan suatu kontinuitas dan makna pada hidup kita. Namun seiring perkembangan buku dan sarana elektronik, praktik pendidikan malah menempatkan kereta di depan kudanya; lupa bahwa anak2 harus mendapatkan pengalaman hidup yang nyata dan dibiarkan menciptakan kembali simbol dan bahasa mereka sendiri.

Pendidik sekarang mengharap anak2 membaca, menyandi simbol, dan menguasai fakta tanpa mengembangkan terlebih dahulu suatu konteks yang bermakna untuk menyimpan dan menarik lagi informasinya – bahkan anak2 kita tidak diarahkan untuk memiliki pengalaman konkrit yang dapat dipakai untuk menghubungkan simbol2.

http://1.bp.blogspot.com/_JfhFFQJtGeU/SdmiMqV3rXI/AAAAAAAAAAM/EqY01QkeU80/S269/07032009(001).jpg

Saat ini kemampuan membaca lantas dianggap sebagai sebuah kemampuan alami, sama seperti berjalan. Mereka yang belum bisa membaca sebagaimana anak2 seusianya dibilang malas, kelainan, cacat mental atau sebutan buruk yang lain. Pendidik pun mulai menerima pembelajaran sebagai tindakan mental yang hanya melibatkan intelek. Tujuan pendidikan terus dan melulu berkembang sebagai kemampuan untuk memperoleh dan menggunakan informasi.

Padahal aslinya, kemampuan akademik seperti membaca, menulis, mengeja dan aritmatika seperti yang kita kenal sekarang ini berkembang dari interaksi yang riil antara diri kita dengan orang lain maupun benda serta segala sesuatu di sekitar kita. Sains, aritmatika, dan cara kita berpikir itu sendiri sesungguhnya berakar dari jasmani. Seorang anak dikatakan siap untuk belajar memahami hitungan manakala dia mulai dapat menghubungkan angka dengan jari-jarinya sendiri. Interaksi sang pembelajar dengan dunia fisik konkrit akan berikan perasaan siap-terhubung dengan sifat2 dunia seperti ukuran, berat, massa, jarak, gravitasi, dan sebagainya. Dan semua ini idealnya dilakukan dalam suasana yang menyenangkan, dalam sensasi permainan.

Tapi sayangnya tidaklah demikian yang terjadi di sekolah kita saat ini. Sekolah konvensional yang saat ini ada sesungguhnya mengikuti model pabrik dari pendidikan yang asalnya dari Jerman dan Prusia dan kemudian seluruhnya diadopsi oleh para pendidik Amerika selama revolusi industri. Persis seperti sistem pabrik yang memiliki jadwal, produksi massal, dan standardisasi, anak-anak mulai dikelompokkan menurut usia, kemampuan, lalu diuji dan dinilai seakan entitas produksi yang memilik bentuk sama, untuk menjadi lulusan yang berpikiran dan berciri sama. Dalam model ini, kita menempatkan murid dalam suatu lingkungan yang meniru apa yang akan mereka temui sebagai orang dewasa di tempat kerja -dunia jadwal dan evaluasi, banyak ketegangan, dan sedikit waktu untuk kreativitas, spontanitas atau individualitas.

Program ujian resmi dari pemerintah dengan himbauan untuk menjaga ‘akuntabilitas’ telah mengubah sekolah menjadi pabrik. Ketika guru, kepala sekolah, dan dewan sekolah hidup dalam ketakutan kalau2 sekolah mereka mendapat pangkat rendah dalam ujian standar/nasional, mereka akhirnya lebih menghargai ujiannya daripada si murid. Ketika orang tua hidup dalam kecemasan kalau2 anak mereka tidak lulus ujian, mereka akan terus menekan si anak agar berprestasi dan menyesuaikan diri, bukannya menciptakan suasana yang kondusif untuk pembelajaran alami berdasarkan kecepatan belajar anak itu sendiri.

Lebih jauh lagi, kebudayaan kita cenderung memandang pendidikan sebagai suatu cara menyediakan informasi kepada murid2 dalam bentuk ‘jawaban’. Masalahnya, kita terus menyodorkan beragam jawaban kepada mereka2 untuk pertanyaan2 yang bahkan belum mereka ajukan. Karena sejak awal murid2 kita tidak diarahkan untuk terus memelihara rasa penasaran, keingintahuan yang melahirkan pertanyaan2 yang penting bagi pembelajaran.

“Mengajar demi ujian” menghasilkan penipuan di pihak sistem sekolah. Memberi murid jawaban yang benar untuk pertanyaan2 yang akan muncul dalam tes, agar prestasi sekolah terlihat bagus, sama dengan menipu – terutama bila pertanyaannya bahkan belum diajukan oleh si murid. Dengan mengikuti praktik ini, kita menipu anak2 kita, menipu penilai ujian, dan ujung-ujungnya menipu masyarakat kita. Pendidikan bukan hanya tentang memajukan populasi yang tidak bergerak, tidak memerhatikan, atau tidak berpikir untuk dirinya sendiri. Namun dalam pendidikan umum sekarang ini, kita mempunyai anak2 yang tidak bisa menyelesaikan masalah, tidak bisa mengambil keputusan, dan tidak bisa berpikir untuk dirinya sendiri.

Jika tujuan sekolah hanya untuk belajar agar lulus ujian dan menggarap soal-soal ujian tahun lalu -tanpa nyanyian, tarian, atau pentas drama kreatif- bagaimana murid bisa melihat banyak alasan untuk datang? Mereka dicabut dari pendidikan yang benar, dan masyarakat kita mulai menciptakan masa depan yang terpuruk dengan membuang sumber dayanya yang paling berharga.

http://mimadrasahmerdeka.files.wordpress.com/2009/11/dsc00174.jpg

Sekolah yang ideal adalah tempat di mana sang murid TELAH mengalami dan bukan sekedar membaca tentangnya. Untuk mencapai pendidikan yang lebih alami, anak2 muda kita perlu diberi pengalaman sebagai makhluk yang utuh semenjak awal – dengan musik, seni, dan berjalan di alam terbuka. Manfaat potensial dari setiap pencarian yang melibatkan gerakan dan kreativitas itu tidak terbatas. Pada usia tujuh tahun, otak anak sudah terikat kuat dengan 80 persen dari segala sesuatu yang pernah ia ketahui. Semua pertumbuhan neural berikutnya dibangun di atas jalur2 awal itu.

Seorang arsitek yang hebat, umpamanya, dapat melacak kembali keberhasilannya ke rumah-rumahan yang ia bangu pada usia tiga tahun bersama pamannya. Sesuatu yang bersifat pengalaman telah terbentuk di dalam sirkuitnya pada waktu itu, sesuatu yang tidak akan pernah dapat diberikan oleh perkuliahan di jurusan arsitektur. Kita sepatutnya memberikan kepada anak2 kita situasi yang kaya pembelajaran di mana jalur2 neural semacam itu dapat terbentuk. Dan kita tidak akan bisa mencapai hal ini manakala kita terlalu mengagungkan analisis, keteraturan dan kerutinan dengan mengorbankan permainan dan imajinasi.

Paul E. Dennison adalah pakar dunia di bidang keahlian kognitif dan bacaan, pengembang bidang pembelajaran berdasarkan gerakan yg sekarang dikenal sebagai Educational Kinesiology.

Melatih Otak untuk Pertajam Ingatan

http://sitidjenar.files.wordpress.com/2009/03/otak.jpgApakah Anda sering lupa saat mencari suatu benda? Misalnya Anda sering lupa meletakkan di mana kunci Anda? Atau lupa hal penting yang harus dilakukan? Lupa password? Nilai ulangan anak Anda buruk karena kesulitan menghafal? Hal ini banyak dialami oleh kita. Akibatnya, semakin banyak waktu dan energi yang dibutuhkan untuk mencari barang, mendapat omelan dari orang lain, atau mendapat hasil yang buruk akibat sifat pelupa tersebut. Daya ingat otak memang akan semakin berkurang seiring bertambahnya usia. Semakin tua umur seseorang biasanya mereka akan semakin pelupa. Tetapi, ini dapat juga menimpa di usia muda. Masalah ini dapat dikurangi dengan cara melatih otak.

Fungsi Otak

Dalam proses mengingat, otak memainkan peranan besar. Otak dapat terbagi atas otak kiri dan otak kanan. Fungsi otak kiri berkaitan dengan logika, angka, tulisan, kecerdasan, hitungan, analisa, dan untuk ingatan jangka pendek (short term memory). Sedangkan otak kanan kita diguakan untuk kreativitas, imajinasi, musik, warna, bentuk, emosi dan untuk ingatan jangka panjang (long term memory).

Ingatan akan lebih bertahan lama jika dalam mengingat menggunakan otak kanan. Untuk dapat mengingat dengan baik, perlu melatih otak agar berfungsi dengan optimal. Sayangnya, lebih banyak orang yang menggunakan otak kiri dalam proses mengingat. Otak kiri kebanyakan orang lebih berkembang tanpa diimbangi perkembangan otak kanan. Karena otak kiri merupakan ingatan jangka pendek, maka informasi yang disimpan di otak kiri akan lebih mudah terlupakan.

Oleh karena itu, jika ingin menyimpan dalam otak kanan, informasi harus diubah menjadi cerita atau gambar. Karena otak kanan tidak mengenal tulisan atau angka. Latihan diperlukan agar dapat mengembangkan otak kanan. Ada beberapa teknik yang bisa dilakukan.

Total Story Technique (TST)

Teknik ini dilakukan dengan cara membuat cerita singkat dari hal-hal yang akan kita hafalkan. Misalnya kita akan berbelanja di supermarket untuk membeli beras, shampo, susu, permen karet, pembersih lantai, telur, kecap, keju, saos tomat, tisu. Daripada berusaha menghafalnya, lebih baik Anda membuat cerita untuk hal-hal ini menjadi Dewi Sri (merupakan legenda dewi padi yang menggambarkan beras) sedang keramas (shampo) sambil mandi susu. Sedangkan di luar, si Mbok yang sedang mengunyah permen karet sambil mengepel (permbersih lantai) sudah menyiapkan telur rasa kecap bertabur keju dan saos tomat yang lembut seperti tisu.

Cerita tersebut benar-benar divisualisasikan dan dibayangkan. Kembangkan imajinasi Anda dengan menambahkan warna, bunyi, benda-benda pendukung dan gerak pada cerita tersebut. Misalnya, bayangkan tempat mandi berwarna pink tempat Dewi Sri mandi susu, bayangkan si Mbok yang sudah tua dan memakai kebaya abu-abu sedang mengepel halaman, dengarkan suara kunyahan permen karet di mulutnya, dan bayangkan Anda mencicipi telur yang rasanya seperti kecap, bayangkan bentuk telur yang bertabur keju dan saos tomat, dan bayangkan Anda bisa memegang telur tersebut dan merasakan kelembutannya yang seperti tisu.

Jadikan bayangan tersebut nyata di hadapan Anda. Dengan contoh cerita ini, kita telah melatih otak kanan yang berfungsi dalam kreativitas dan imajinasi. Kreativitas tercipta saat kita membuat suatu cerita singkat dan imajinasi turut berperan saat kita memvisualisasikan cerita tersebut.

Total Word Technique (TWT)

Pada teknik ini informasi yang ingin diingat diubah menjadi singkatan-singkatan atau jika informasi yang akan diingat merupakan kata-kata asing, dapat diubah menjadi kata-kata yang kedengarannya hampir sama. Teknik ini sering disebut juga dengan istilah jembatan keledai. Setelah itu, baru dibuat cerita agar dapat diterima oleh otak kanan.

Misalnya, ketika harus menghafal 8 planet mulai dari yang terdekat matahari. Urutannya adalah Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus, Neptunus. Jika menghafalnya terasa sulit, bisa diubah menjadi kalimat “Mengendarai Vespa Bukan Mainan, Judi Sahabat Urip Nekad”.

Kalimat tersebut menggunakan beberapa huruf depan atau suku kata pertama dari urutan planet yang ingin diingat. Mengendarai untuk mengingat Merkurius, Vespa untuk Venus, Bukan untuk Bumi, Mainan untuk Mars, Judi untuk Jupiter, Sahabat untuk Saturnus, Urip untuk Uranus, Nekad untuk Neptunus. Dengan membayangkan tokoh-tokoh dan yang sedang dilakukan, Anda dapat lebih mengingatnya.

Total Number Technique (TNT)

Teknik ini digunakan untuk mengingat angka-angka. Karena otak kanan tidak mengenal angka atau tulisan, maka perlu dibuat cerita agar dapat dikenali otak kanan. Misalnya, Anda harus mengingat angka 212.007.217.080.205. Anda dapat mengubahnya menjadi cerita seperti Wiro Sableng (212) dan James Bond (007), keduanya (2) sedang mengikuti upacara kemerdekaan (1708) pada hari pendidikan nasional (0205).

Tetapi, tidak semua kombinasi angka merupakan angka yang sudah dikenal seperti diatas. Untuk itu, Anda dapat membuat cerita sendiri dengan mengubahnya menjadi kode yang dapat diterima oleh otak kanan yaitu dalam kode bentuk atau bunyi.

Kode bentuk dan kode bunyi juga dapat diciptakan sendiri sesuai kreativitas Anda. Sekarang misalnya Anda harus mengingat password 284670, dapat diubah menjadi kalimat:

Mengingat dengan Kode Bentuk

Bebek (2) berkacamata (8) naik perahu layar (4) dengan tangan kanan memegang cerutu (6) dan tangan kiri memegang cangkul (7) asyik bermain bola (0).

Mengingat dengan Kode Bunyi

Kakek tua (2) membeli papan (8) dan ketupat (4) dari orang yang sedang menanam (6) baju (7) gosong (0).

Metode mengingat yang dijelaskan diatas hanya beberapa contoh teknik mengingat yang dapat digunakan, karena masih ada metode-metode lainnya. Metode mengingat tersebut akan membuat Anda dipacu untuk terus kreatif dalam menciptakan cerita singkat, membayangkan dan mengimajinasikannya.

Imajinasi Anda akan semakin terasah saat Anda menambahkan warna-warna pada bayangan cerita Anda, menambahkan gerak, aroma atau hal lainnya sehingga imajinasi Anda semakin menarik. Jika bisa, buatlah menjadi cerita yang lucu atau cerita yang tidak masuk akal. Ini akan membantu informasi lebih teringat.

Anda juga dapat mencoba untuk mengajarkannya kepada anak-anak. Dengan demikian, menghafal dapat menjadi kegiatan yang menyenangkan untuk mereka. Ini juga akan menjadi latihan yang baik untuk otak kanan yang bisa memacu kreativitas dan mengoptimalkan otak anak.

Jika Anda sudah mencoba mengingat dengan metode-metode tersebut, menyimpan informasi di otak kanan Anda, informasi tidak akan cepat terlupa dan membantu mengoptimalkan otak dan membantu daya ingat Anda. Selamat mencoba!

sumber : web kumpulan.info