Tag Archives: peluang kerja

Bingung Karena Minim Info

Gantungkanlah cita-citamu setinggi langit dan kejarlah ilmu sampai ke negeri Cina. Namun pada implementasinya, menuntut ilmu untuk mewujudkan cita-cita tidaklah seperti jalan tol yang lurus tanpa hambatan dan belokan. Hampir setiap orang mungkin pernah mengalami berbelok dari cita-cita yang diimpikan sejak kecil.

SEJUMLAH siswa menyimak penjelasan dari mahasiswa di salah satu stan pada Edu Fair 2010 di SMAN 5 Bandung, Jln. Belitung, Kota Bandung, Kamis (14/1).
*USEP USMAN NASRULLOH/”PR”

Sebut saja, Nabillah (16), siswa kelas XI-J SMAN 5 Bandung. “Waktu kecil sih inginnya jadi astronot, tapi kan ternyata di Indonesia profesi astronot tidak terlalu populer. Nah sekarang belum tahu deh pengen jadi apa,” katanya ketika ditemui di acara Edu Fair SMA 5 Bandung, Kamis (14/1).

Hal serupa dirasakan Resti (16), kelas XI-E SMAN 5 Bandung. Masih kaburnya keinginan masa depan jelas membuatnya bingung untuk menentukan ke mana ia akan meneruskan pendidikan selepas SMA. Begitu juga dengan Rizky (17). Meski sebentar lagi harus menanggalkan seragam putih abu-abu, Rizky belum tahu langkah selanjutnya.

Hingga saat ini, pendidikan tinggi tetap masih merupakan gerbang awal penentu karier seorang pelajar di masa yang akan datang.Seperti diungkapkan Ramdhani (17), kelas XII-G SMAN 5 Bandung. Dhani sudah mantap menjadikan prodi pertambangan di Institut Teknologi Bandung (ITB) sebagai pilihan utama untuk jenjang sarjana. “Saya dapat informasi dari berbagai sumber bahwa peluang kerja dan bisnis pertambangan sangat menjanjikan, jadi saya ingin masuk prodi pertambangan,” ujarnya.

Kendati demikian, banyak pelajar yang masih bingung menentukan pilihan akibat kurangnya informasi yang mereka dapat, karena mereka menunggu informasi itu datang.

Wakil Kepala Sekolah (Wakasek) Humas SMAN 5 Bandung, Mudjiono membenarkan hal tersebut. “Di sekolah kami saja, sedikitnya empat puluh persen siswa kelas XII masih belum tahu akan kuliah ke mana,” tuturnya.

Hal itu, kata Mudjiono, tidak terlepas dari minimnya informasi yang masuk pada para siswa. “Itulah yang mendorong kami untuk mengundang kalangan perguruan tinggi dalam ’Edu Fair SMAN 5 Bandung’. Tujuan utamanya untuk memberikan informasi seluas-luasnya pada siswa tentang perguruan tinggi favorit yang akan mereka pilih,” katanya.

Seperti tahun sebelumnya event anual ini masih menghadirkan 22 perguruan tinggi negeri dan swasta, serta 11 konsultan pendidikan dalam dan luar negeri. “Sebenarnya banyak institusi lain yang berminat, tetapi karena tempat terbatas, terpaksa kami tolak,” kata Mudjiono.

(oleh : Handri Handriansyah, dari harian umum Pikiran Rakyat)