“TEORI DASAR LISTRIK” – BELUM TERSOSIALISASIKAN

Lampu Pijar

Sebagian besar Ilmu pengetahuan dan teknologi terus berkembang mengikuti perkembangan dunia sejak dikembangkannya berbagai macam penelitian disegala bidang. Dengan penelitian-penelitian tersebut akan dihasilkan suatu ilmu baru didalam pustaka keilmuan. Sehingga penelitian merupakan suatu alat untuk mempertahankan kehidupan di dunia. Padahal kehidupan di dunia terus berkembang. Apabila ilmu pengetahuan dan teknologi tidak dikembangkan dalam bentuk berbagai macam penelitian maka kita kan tertinggal jauh dari perkembangan dunia.

Munculnya posting ini pada dasarnya untuk merubah pandangan sebagian besar masyarkat yang sudah lama sekali terpendam dalam ketidakbenaran dalam hal persepsi tentang dasar arus listrik.

Sebagian besar orang masih beranggapan bahwa arus listrik mengalir dari kutub positif (+) menuju kutub negatif (-). Analisa baru menunjukkan bahwa listrik mengalir dari kutub negatif (-) menuju kutub positif (+).

Sebelum mengarah ke pembahasan lebih lanjut alangkah baiknya diuraikan terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan arus listrik. Arus listrik adalah suatu energi yang ditimbulkan akibat perpindahan elektron dari suatu unsur.

Elektron yang paling mudah untuk berpindah adalah elektron yang berada dilapisan kulit terluar dari sebuah kulit atom. Hal ini disebabkan pada lapisan kulit terluar kekuatan energi ikatnya adalah paling rendah daripada lapisan kulit yang lebih dalam.

Sebuah bohlam lampu dapat menyala kalau dihubungkan dengan kedua kutub baterai karena adanya perpindahan elektron. Elektron yang melewati sebuah bola lampu (elemen tipis dan halus yang terselubung dalam sebuah ruang hampa) mengakibatkan panas pada elemen tersebut dan akhirnya menyala karena beban panas yang ditimbulkan.

Hal ini dapat dijadikan alas an mengapa kuat arus mengalir dari kutub – ke +. Sebenarnya sebuah baterai pada saat diisi ulang (discharge) terjadi pemaksaan perpindahan elektron baterai dari kutub + ke – melalui perantara larutan asam sulfat (H2SO4) yang berada didalam baterai. Perpindahan elektron tersebut terus-menerus ketika dihubungkan dengan sumber energi sampai kondisi baterai terisi secara penuh.

Sedangkan ketika baterai dipergunakan untuk menyalakan lampu, proses perpindahan elektron juga terjadi. Namun arah perpindahannya yang berbeda. Perpindahan elektron terjadi dari kutub + baterai menuju kutub – baterai dengan melewati beban lampu. Maka ketika sebuah baterai dipergunakan untuk menyalakan sebuah lampu maka akan terjadi perpindahan elektron dari kutub + menuju kutub – baterai.

(dari blog zonasaintek)